Lawan Moeldoko, Bambang Widjojanto Gabung di Tim Pembela AHY

Tim Pembela Demokrasi gugat kubu Moeldoko ke PN Jakarta Pusat./Foto: Acuantoday.com (Ali)

Acuantoday.com, Jakarta—Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto bersama 13 advokat datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk menggugat 10 orang kubu Moeldoko dengan dasar Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

Bambang mengakui, dirinya ditunjuk langsung oleh Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sekjen Teuku Riefky Harsya untuk bergabung dengan Tim Hukum Demokrat mengajukan gugatan kepada Johny Alen Marbun, Marzuki Alie, dkk.

“Yang menunjuk kami Ketum dan Sekjen. Jadi institusi resmi. Kalau hak Orpol (Organisasi politik) yang diakui secara sah saja bisa diobok-obok dengan brutal seperti ini, maka negara kita sedang terancam,” kata Bambang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (12/3).

Pendiri Indonesian Corruption Watch (ICW) itu mengatakan, dirinya bersedia ikut bergabung dalam tim advokat atas nama penegakan demokrasi dan hukum.

Eks Ketua Dewan Pengurus Yayasan LBH Indonesia itu menerima penunjukan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama kader Demokrat menggugat pihak-pihak yang menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang.

“Itu sebabnya saya merasa terhormat dipercaya untuk menangani kasus ini, karena menurut saya ini kasus yang sangat fundamental sekali,” ujarnya.

Pendiri Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN) itu membeberkan, tim kuasa hukum DPP Partai Demokrat itu diberi nama Tim Pembela Demokrasi, yang terdiri dari 13 orang.

Beberapa pengacara yang merupakan kader Partai Demokrat di antaranya; Muhajir, Mehbob, Rony E. Hutahean, dan Yandri Sudarso.

Sedangkan advokat profesional yang dibawa Bambang terdiri dari Bambang Widjojanto sendiri, lalu Abdul Fickar Hadjar, Donal Fariz, Aura Akhman, Reinhard R. Silaban, Diana Fauziah, Budi Setyanto, Iskandar Sonhadji, dan Boedi Wijardjo. (mmu)

Comments

comments