Pakar Hukum Sebut Amien Rais Terkesan Sudutkan Polisi

Inisiator Partai Umat, Amien Rais./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta—Pakar hukum pidana Indriyanto Seno Adji menyebut simpulan yang disampaikan Amien Rais dan Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) terkait enam laskar Front Pembela Islam (FPI) cenderung mengarah kepada penyudutan atas peran Kepolisian.

Menurut Seno Adji, kesimpulan Amien Rais Cs yang menyebut telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat dan perlu ada pengadilan HAM dalam kasus itu bertentangan dengan kesimpulan dan rekomendasi yang telah disampaikan Komisi Nasional HAM.

“Rekomendasi Komnas HAM harus dicermati secara seksama, khususnya tentang makna unlawfull killing, memerlukan klarifikasi karena memang ada misleading conclusion,” kata Seno Adji di Jakarta, Minggu (14/3).

Tindakan tegas Polri, ucap Seno Adji, merupakan pembelaan terpaksa harus dilakukan karena ada serangan atau ancaman serangan seketika itu yang melawan hukum terhadap anggota Polri sebagai aparat penegak hukum.

“Karenanya, pembelaan terpaksa, baik serangan bersenjata terlebih dulu oleh anggota FPI (di KM 50 Tol Cikampek) dan ancaman serangan terlebih dulu oleh empat anggota FPI saat dibawa ke Polda Metro Jaya, justru dibenarkan secara hukum (lawfull),” ujarnya.

Melihat tindakan Polisi, terang Seno Adji, harus dalam konteks sebagai respons yang diperintahkan undang-undang dalam menghadapi serangan atau bahaya yang ditimbulkan oleh Laskar FPI, sehingga sikap ngotot TP3 sebenarnya malah menyesatkan opini publik.

Kematian enam anggota FPI itu, menurut dia, dampak atau akibat dari serangan dan ancaman serangan terlebih dahulu yang dilakukan oleh anggota FPI terhadap penegak hukum.

“Rekomendasi yang dibuat secara parsial atas dugaan unlawfull killing atas kematian empat anggota FPI bisa menimbulkan kesan adanya pemahaman sesat kepada publik,” pungkasnya. (mmu)

Comments

comments