Sambut Hari Raya Nyepi Saka 1943 , Firli: Kendalikan Nafsu Korupsi

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, Foto; Antara

Acuantoday.com, Jakarta—Merayakan Hari Raya Nyepi, Minggu, 14 Maret 2021, atau bertepatan dengan Tahun Saka 1943, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyebut esensi ajaran Nyepi adalah mengendalikan hawa nafsu manusia, termasuk nafsu korupsi.

”Karena esensi dari Nyepi dan Catur Bratha adalah bagaimana kita dapat mengendalikan hawa nafsu yang membangkitkan ketamakan, sisi kelam manusia,” kata Firli di Jakarta, Minggu (14/3).

Mantan Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Selatan itu menilai, bukan hanya agama Hindu, pesan pengendalian hawa nafsu dan ketamakan juga disampaikan oleh agama Islam, Kristen, Buddha, dan aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

“Korupsi dan perilaku koruptif adalah salah satu bentuk hawa nafsu dan ketamakan yang memiliki dampak destruktif bukan hanya bagi keuangan dan perekonomian semata, namun dapat menghancurkan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara,” bebernya.

Eks Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat itu menerangkan, seandainya tiap warga bangsa menginternalisasi nilai-nilai hari raya Nyepi, pastilah angka korupsi bisa ditekan. Bahkan saking banyaknya kecurangan, tak sedikit orang yang berpikir bahwa korupsi adalah suatu tindakan yang biasa terjadi.

“Tentu cara pandang dan pemahaman seperti ini sangat keliru dan harus diubah. Salah satunya dengan memaknai esensi Nyepi dan Catur Bratha dalam setiap individu dan seluruh eksponen bangsa,” katanya.

Hal ini, kata dia, dilakukan agar negeri ini dapat segera terlepas dari gurita korupsi yang telah lama mencengkeram. (mmu)

Comments

comments