Jelang KBM Tatap Muka, DIY Percepat Vaksinasi Covid-19 Tenaga Pendidik

Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyanigastutie./Foto: Acuantoday.com (chaidir)

Acuantoday.com, Yogyakarta―Menjelang kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka atau luring pada Juli 2021 mendatang, Pemerintah Daerah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY menargetkan vaksinasi untuk tenaga pendidik bisa selesai dalam waktu cepat agar pembelajaran tatap muka yang dijadwalkan Juli 2021 dapat terlaksana.

Vaksinasi massal tenaga pendidikan baru dimulai pada Kamis (18/3), dan hingga Jumat (19/3) tim vaksinasi masih melakukan kegiatan di 10 sekolah tingkat menengah atas yang menjadi prioritas uji coba KBM tatap muka.

Adapunn 10 sekolah (SMA/SMK) secara bergiliran mendapat vaksinasi tenaga pendidik yaitu SMAN 1 Pajangan Bantul, SMAN 1 Gamping Sleman, SMAN 1 Sentolo Kulonprogo, SMAN 9 Yogyakarta, SMAN 2 Playen Gunungkidul, SMKN 1 Wonosari Gunungkidul, SMKN 1 Yogyakarta, SMKN 1 Pengasih Kulonprogo, SMKN 1 Bantul dan SMKN 1 Depok Sleman.

Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyanigastutie mengatakan, merealisasikan target tersebut maka tenaga pengajar jadi sasaran prioritas program vaksinasi Covid-19.

“Ada prioritas, jelas sebelum dilakukan tatap muka Insyallah nanti kita lakukan vaksinasi untuk guru sesuai dengan kewenangananya,” kata Pembajun Setyanigastutie kepada wartawan di Kompleks Kepatihan Yogya.

Pembajun mengatakan, tenaga pendidik yang masuk sasaran vaksinasi masih dalam tahap pendataan.

Meski begitu sudah ada tenaga pendidik yang mendapat suntikan vaksin. Namun ia belum bisa memberikan keterangan rinci terkait jumlah yang sudah divaksin itu.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya mengatakan total tenaga pendidik termasuk pegawai di lingkungan sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB yang terdaftar ikut vaksinasi sebanyak 16.693 jiwa.

Untuk tingkat TK-SMP sederajat Didik kurang mengetahui jumlah pastinya, tetapi diperkirakan lebih dari 50.000 jiwa.

Dikatakan, pada prinsipnya seluruh tenaga pendidik mendapat jatah vaksinasi dan dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan vaksin.

“Diprioritaskan 10 sekolah yang bakal menjalani uji coba pembelajaran tatap muka secara terbatas,” kata Didik.

Didik belum bisa memastikan kapan uji coba itu digelar. Saat ini Disdikpora masih melakukan kajian terkait sistematika uji coba dan berkoordinasi dengan gugus tugas DIY guna bisa mendapatkan izin penyelenggaraan kegiatan.

Diungkapkan, Pemda DIY kembali memperpanjang kebijakan Pengetatan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Kebijakan ini akan mulai diberlakukan pada 23 Maret hingga 5 April 2021 mendatang.

Berbeda dari kebijakan sebelumnya, selama PPKM Mikro nanti, Pemda memperbolehkan kampus membuka pembelajaran luring atau tatap muka. Namun Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) luring masih dilakukan secara terbatas.

Sedangkan KBM untuk pelajar di tingkat pendidikan dasar dan menengah masih menunggu selesainya vaksinasi bagi guru dan tenaga pendidik.

Vaksinasi bagi seluruh guru diharapkan dapat selesai pada Juni 2021. Dengan demikian pada Juli 2021 mendatang, semua sekolah bisa menyusul kampus untuk menggelar pembelajaran luring.

“Tapi kita akan ikut Dinkes karena kedatangan vaksin dan sebagainya bukan ranah kita,” jelasnya.

Sementara Sekda DIY, Baskara Aji mengungkapkan selain KBM luring secara terbatas di tingkat perguruan tinggi, kegiatan pertunjukan seni dan budaya boleh dilaksanakan selama perpanjangan PPKM Mikro. Namun dengan catatan taat protokol kesehatan (prokes).

“Maksimal penonton 25 persen dari total kapasitas,” jelasnya.

Aji menyebutkan, keputusan Pemda DIY memperpanjang PPKM Mikro karena kebijakan tersebut dapat menekan penularan Covid-19. Terkait KBM luring, Pemda menyerahkan pada kabupaten/kota untuk mengatur dan melakukan ujicoba.

KBM luring terbatas akan diujicoba untuk mengetahui efisiensi kebijakan tersebut. Disdikpora diminta merumuskan konsep KBM yang tepat diterapkan.

“Apakah dua jam dulu atau setengah [siswa] yang masuk. Khusus sekolah yang gurunya sudah divaksin. Dinas pendidikan baru mengkaji itu untuk dilaporkan ke pak gubernur. Tapi yang baru diperbolehkan (KBM luring) saat ini baru perguruan tinggi,” imbuhnya. (chaidir)

Comments

comments