Italia Kembangkan Pendeteksi Korona dari Batuk

Ilustrasi - Virus Corona baru penyebab COVID-19. (ANTARA/HO/pri.)

Acuantoday.com, Milan—Perusahaan Italia Neosperience mengembangkan sebuah cara untuk mendeteksi infeksi Covid-19 melalui analisis ucapan atau batuk seseorang, menurut perusahaan.

Kabar itu membuat saham perusahaan bersinar hingga lebih dari 13 persen pada Selasa (23/3).

Proyek tersebut dikembangkan bersama sejumlah mitra dan menggunakan kecerdasan buatan yang dipasang di platform cloud yang disebut Neosperience Health Cloud, yang telah digunakan untuk menganalisis rontgen dada, kata perusahaan melalui pernyataan.

Saham perusahaan, yang terdaftar di Bursa Saham Milan, otomatis ditangguhkan setelah naik 13,5 persen menjadi 6,50 euro (Rp111 ribu) per saham.

“Ini baru awal dari sebuah proyek yang memiliki potensi luar biasa sebab pemrosesan data seperti ini secara efektif dapat digunakan sebagai tes penyaringan,” kata Alessandro Nizardo Chailly, kepala eksekutif mitra Neosperience, Capsula.

Model perekaman dan analisis tersebut dapat membantu mendeteksi dan mendiagnosa berbagai macam patogen, penasihat ilmiah Capsula Giuseppe Andreoni menambahkan.

Jumlah pasien Covid-19 di ruang perawatan darurat (ICU) Prancis bertambah 84 pada Selasa (23/3) hingga menyentuh level tertinggi selama 2021, yakni 4.634 pasien, menurut data Kementerian Kesehatan.

Namun jumlah 14.678 infeksi baru, yang terendah sejak 3 Januari, tidak mencakup infeksi pada Senin (22/3), ketika jumlah kasus menurun karena hanya sedikit tes COVID-19 yang dilakukan selama akhir pekan.

Sepertiga populasi Prancis, termasuk kawasan Paris, sejak Jumat diisolasi hingga empat pekan terakhir. Para ahli mengatakan bahwa perlu dua pekan untuk memberlakukan langkah-langkah Covid-19 yang tegas.

Jumlah pasien Covid-19 rawat inap naik 268 menjadi 26.756 pasien, yang tertinggi sejak 11 Februari.

Sementara itu, tercatat 287 kematian baru COVID-19 sehingga totalnya mencapai 92.908, tertinggi ketujuh di dunia. (adi)

Comments

comments