DPR Sesalkan Belum Keluarnya Izin Uji Klinis Tahap II Vaksin Nusantara

Box Lengkap Vaksin Nusantara.(Foto : istimewa)

Acuantoday.com, Jakarta—Sikap Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang belum mengeluarkan izin uji klinis tahap dua vaksin Nusantara sangat disayangkan.

Padahal, saat ini bangsa Indonesia sangat mendambakan punya vaksin sendiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap vaksin impor.

“Kehadiran vaksin nusantara diharapkan dapat memenuhi harapan tersebut, sekaligus sebagai kebanggaan karya anak bangsa. Apalagi perjalanannya sudah memasuki uji klinis fase pertama. Sehingga diharapkan tidak terlalu lama segera memasuki uji klinis tahap kedua,” kata anggota Komisi IX DPR Yahya Zaini kepada wartawan, Sabtu (27/3).

Yahya juga menyayangkan rekomendasi BPOM yang mengembalikan uji klinis fase pertama ke tahap praklinis dengan alasan ada tahapan, atau proses yang belum dilengkapi.

“Seharusnya hal demikian tidak perlu terjadi, karena yang memberikan izin uji klinis fase pertama juga BPOM. Ini menunjukkan adanya kekurang hati-hatian dalam memberikan persetujuan uji klinis fase pertama,” ucapnya.

Yahya menjelaskan, saat rapat kerja dengan Menteri Kesehatan dan rapat dengar pendapat dengan BPOM, para anggota Komisi IX mendesak BPOM untuk segera mengeluarkan persetujuan pelaksanaan uji klinis (PPUK) fase kedua.

Bahkan, dalam kesimpulan rapat itu diberikan tenggat waktu yang limitatif, tetapi BPOM mengabaikan hasil rapat tersebut. Padahal kesimpulan rapat antara DPR dan pemerintah sifatnya mengikat kedua belah pihak.

“Sungguh sangat disesalkan sikap BPOM mengabaikan hasil keputusan rapat yang disepakati bersama tersebut. Jangan sampai hal tersebut masuk dalam kategori “contempt of parliament,” jelasnya. (rht)

 

Comments

comments