Orkestra Keberagaman di Terowongan Istiqlal—Katedral

Pembangunan "Terowongan Silaturahmi" yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta./Foto: Acuantoday.com

Indonesia tak henti-hentinya digempur sikap dan tindakan intoleransi. Kasus terbaru, sebuah bom bunuh diri meledak di depan gerbang gerja Katedral, Makassar, dicurigai sebagai tindakan adu domba, bertopeng agama. Sekali lagi, pemboman ini telah mengoyak sendi-sendi kerukunan beragama di Indonesia.

Untungnya, pemerintah lekas meluruskan bahwa tindakan teror itu tidak ada kaitannya dengan agama apapun.

Jelas, suasana intoleransi sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan keberagaman masyarakat Indonesia. Terancamnya keberagaman di tengah masyarakat  menjadi sorotan Presiden Joko Widodo. Bahkan, di satu acara, Jokowi lantang menyebut paham radikalisme dan toleransi merupakan tantangan besar bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Menurut Presiden, perbedaan agama, suku dan budaya harus menjadi asset berharga masyarakat Indonesia. Sayangnya, hal itu mulai terancam dengan adanya sikap intoleransi dari oknum-oknum tertentu. Terancamnya toleransi di Indonesia ini terlihat pada kejadian-kejadian yang terus terjadi di Indonesia, mulai dari pelarangan ibadah hingga penghinaan terhadap para pemuka agama tertentu.

Untuk memerangi gerakan intoleransi ini, Pemerintah terus melakukan berbagai cara untuk memupuk nilai-nilai kebersamaan yang sejak dulu menjadi ciri khas masyarakat Indonesia, baik dari tindakan nyata hingga simbol-simbol yang mencirikan sikap toleransi di Indonesia.

Salah satu langkah yang dilakukan oleh Pemerintah adalah menguatkan silaturahmi antara jemaat Gereja Katedral dengan jamaah Masjid Istiqlal lewat konsep “Terowongan Silaturahmi” yang terhubung langsung antardua tempat ibadah ini.

“Terowongan Silaturahmi” yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral ini memiliki panjang 33,8 meter, tinggi 3 meter, lebar 4,5 meter dengan total luas terowongan 339,97 m2.

Sementara untuk interiornya dilengkapi dengan konsep desain pilar berulang yang menggunakan material marmer, serta dilengkapi dengan railing sebagai simbol jabat tangan.

Jarak terdekat pintu masuk terowongan dengan Gereja Katedral adalah 32 meter. Hal ini untuk memastikan keamanan struktur Katedral. Sementara jarak terdekat terowongan dengan gerbang Masjid Istiqlal adalah 16 meter. Pekerjaan dengan anggaran Rp37,3 miliar ini dimulai pada 15 Desember 2020 dan ditargetkan selesai akhir bulan April 2021.

Sayangnya, Acuantoday.com tidak dapat mengambil gambar dari jarak dekat terowongan yang segera selesai itu, mengingat ketatnya penjagaan.

NEXT PAGE

Comments

comments