Penyidik Memeriksa Lambung Ever Given Penghambat Terusan SUEZ

Sebuah pemandangan menunjukkan kapal kontainer Ever Given, salah satu kapal kontainer terbesar di dunia, setelah terapung sebagian, di Terusan Suez, Mesir, Senin (29/3/2021). /Foto: Antara

Acuantoday.com, Ismailia—Para penyelam memeriksa lambung kapal Ever Given, Rabu (31/3), untuk menyelidiki bagaimana kapal kontainer raksasa itu terdampar, hingga menghambat perdagangan internasional melalui Terusan Suez selama hampir sepekan.

Penyelidik utama Kapten Sayed Sheasha, yang menaiki Ever Given pada Rabu sore, mengatakan kepada Reuters, penyelidikan akan mencakup pemeriksaan kelayakan kapal dan tindakan kapten kapal untuk membantu menentukan penyebabnya.

Penyelam pergi untuk memeriksa lambung kapal saat berlabuh di daerah Danau Bitter, kata sumber kanal.

Kapten Ever Given berkomitmen untuk sepenuhnya mematuhi penyelidikan tersebut, kata Sheasha.

“Kapal akan tetap berada di daerah danau sampai penyelidikan selesai,” kata Ketua Otoritas Terusan Suez (SCA) Osama Rabie kepada saluran televisi lokal Rabu malam, menambahkan bahwa tidak ada kerangka waktu yang pasti untuk penyelidikan.

Rabie juga mengatakan, penyelidik pada Rabu telah memeriksa kru kapal.

“Jumlah kerusakan dan kerugian, dan berapa banyak kapal keruk yang digunakan, akan dihitung. Perkiraannya, Insya Allah, akan mencapai satu miliar dolar (RP 14,5 TRILIUN) dan sedikit lebih, ini adalah hak negara,” kata Rabie kepada saluran lokal lainnya, tanpa menyebutkan secara spesifik siapa yang akan membayar dan apakah Mesir telah meminta kompensasi.

Penyumbatan selama enam hari membuat rantai pasokan global berantakan setelah kapal sepanjang 400 meter (1.300 kaki) macet secara diagonal di bagian selatan terusan itu, rute pengiriman terpendek antara Eropa dan Asia.

SCA mengatakan, Rabu, pengiriman telah kembali ke level normal, dengan total 81 kapal yang transit di Terusan Suez.

Lembaga Leth Mesir mengatakan pada Rabu bahwa total 163 kapal telah transit di Terusan Suez sejak pembukaan kembali dan bahwa 292 kapal saat ini sedang menunggu.

Lima kapal gas alam cair (LNG) transit pada Selasa, kata analis komoditas Kepler dalam sebuah catatan, menambahkan bahwa kemacetan di kanal itu “sekarang dengan cepat berkurang”.

SCA telah menjadwalkan konvoi pengiriman yang dipercepat dan berharap tumpukan kapal dapat diselesaikan pada akhir minggu.

Pemblokiran kanal diperkirakan akan menimbulkan kebingungan klaim asuransi, dengan Lloyd’s of London memperkirakan adanya “kerugian besar”, mungkin sebesar 100 juta dolar AS (RP1,5 TRILIUN) atau lebih, menurut kepala Lloyd’s of London.

Pemilik Ever Given Jepang mengatakan belum menerima klaim atau tuntutan hukum apa pun atas penyumbatan tersebut. (adi)

Comments

comments