Respon Meningkatnya Sentimen Anti Asia di AS, KJRI Chicago Imbau WNI Waspada

Tyriff Rudder dari Bellevue YMCA dan Thao Nguyen melambaikan papan pada mobil yang lewat saat aksi terencana menentang kejahatan kebencian anti-Asia diadakan oleh Penduduk Kepulauan Pasifik Amerika Asia Mengorganisir Koalisi Melawan Kebencian dan Bias, di Newcastle, Washington, Amerika Serikat, Rabu (17/3/2021). Foto:Reuters/ Lindsey Wasson.

Acuantoday.com, Chicago — Aksi kekerasan terhadap orang  keturunan Asia di Amerika Serikat (AS) meningkat. Terkait hal itu,  Konsulat Jenderal RI Chicago mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Midwest untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Tidak lupa, selalu laporkan kejadian yang dianggap membahayakan ke pihak berwajib serta KJRI. Sedapat mungkin dokumentasikan, serta ingat dengan baik kronologi dan deskripsi pelaku,” ujar Konsul Jenderal RI Chicago, Meri Binsar Simorangkir, dalam keterangan tertulis, Rabu (7/4).

Meri Binsar Simorangkir minta agar masyarakat Indonesia  menjaga diri serta tidak memancing tindak kekerasan dengan menggunakan perhiasan yang berlebihan, membawa uang jumlah besar, dan berjalan sendirian di tempat gelap.

Sementara masyarakat Indonesia di Midwest  menyampaikan apresiasi terhadap upaya KJRI Chicago dalam meningkatkan kewaspadaan bagi masyarakat Indonesia.

Meskipun saat ini tidak terdapat laporan adanya kekerasan yang dialami oleh masyarakat Indonesia di Midwest, adanya imbauan tersebut dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran sehingga mereka mengetahui apa yang harus dilakukan dan kepada siapa harus melaporkan sekiranya terjadi tindak kekerasan.

Tidak hanya melalui pertemuan di kantong-kantong WNI di Midwest, imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan juga terus disampaikan melalui media sosial dan situs KJRI Chicago.

Wilayah kerja KJRI Chicago meliputi 13 negara bagian di Midwest AS yakni Illinois, Indiana, Iowa, Kansas, Kentucky, Michigan, Minnesota, Missouri, Nebraska, North Dakota, Ohio, South Dakota dan Wisconsin.

Saat ini, jumlah WNI yang tinggal di wilayah kerja KJRI Chicago sebanyak 11.682 orang.

Pada akhir Maret lalu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya kekerasan terhadap warga keturunan Asia secara global selama pandemi COVID-19.

Meskipun tidak merujuk pada negara tertentu, pernyataan PBB itu muncul setelah peristiwa penembakan di Atlanta, AS, yang menewaskan delapan orang dengan enam orang diantaranya adalah perempuan Asia-Amerika. (Bram/Antara)

Comments

comments