Dianggap Mencoreng Citra, Paspor 89 Warga Cina “Dibekukan”

Polisi mendata warga negara China saat penggerebekan di kawasan perumahan di Kabupaten Badung, Bali, Selasa (1/5/2018). Polisi menangkap 103 warga negara China dan 11 WNI di tiga lokasi di Denpasar dan Badung karena diduga telah melakukan kejahatan lintas negara dan melanggar Imigrasi Indonesia./Foto: Antara

Acuantoday.com, Beijing―Dianggap mencoreng citra Cina di mata dunia internasional, 89 paspor warga negara setempat dinyatakan invalid dan mereka dilarang bepergian ke luar negeri selama tiga tahun.

Badan Imigrasi Cina (NIA) dalam laman resminya, Selasa (6/4), menyatakan 89 orang tersebut terlibat berbagai tindak kejahatan, berstatus sebagai penduduk ilegal, dipulangkan dari negara lain, dan meninggalkan negaranya secara ilegal melalui pintu perbatasan di wilayah baratdaya.

Sejak pandemi Covid-19, jumlah warga negara Cina yang ke luar negeri mengalami penurunan drastis.

“Namun masih ada beberapa orang yang tertipu dan dibujuk untuk melakukan aktivitas perjudian dan penipuan menggunakan telepon di negara-negara Asia Tenggara dengan berkedok wisata atau bekerja,” demikian NIA.

NIA menganggap perbuatan mereka tergolong pelanggaran kejahatan serius, seperti penculikan dan pemerasan.

“Perbuatan mereka mengancam perekonomian dan stabilitas sosial Cina serta dapat merusak citra nasional Cina,” demikian NIA dikutip dari Global Times.

Wilayah perbatasan Cina-Myanmar di Kota Ruili, Provinsi Yunnan, yang kini sedang “lockdown” setelah ditemukan kasus baru Covid-19 pekan lalu itu paling sering dijadikan pintu masuk warga kedua negara secara ilegal.

Sementara itu, sepekan yang lalu, NIA juga mengamankan 27 pendatang asing yang memasuki wilayah Cina secara ilegal.

Dalam operasi yang dilakukan aparat di pos pemeriksaan perbatasan di Chongzuo, Daerah Otonomi Guangxi, juga didapati tujuh unit kendaraan yang digunakan untuk mengangkut para pendatang ilegal sebagaimana laman berita OneTube Daily.

Daerah Otonomi Guangxi di wilayah selatan Cina berbatasan darat dengan Vietnam. Bahkan dari Nanning, Ibu Kota Daerah Otonomi Guangxi, ada kereta api tujuan Hanoi, Ibu Kota Vietnam. (adi)

Comments

comments