37 Anggota FPI Diduga Masuk Jaringan Teroris JAD dan MIT

Jamaah memadati Jalan KS Tubun, Petamburan untuk mengikuti acara Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Sabtu (14/11/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Acuantoday.com, Jakarta- Kompolnas menyatakan ada puluhan anggota FPI, yang menjadi teroris. Mereka tersebar di beberapa jaringan, mulai dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) hingga Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

“Datanya ada 37 anggota FPI atau dulunya anggota FPI yang gabung dengan JAD, MIT dan sebagainya yang terlibat aksi teror,” kata Ketuan Harian Kompolnas Benny Mamoto dalam keterangan tertulis, Minggu (13/12).

Benny bilang, sebagian dari mereka teridentifikasi masih aktif terlibat aksi terorisme di berbagai tempat. Sebagian lagi, dulu pernah terlibat dalam menyembunyikan gembong teroris Noordin M Top. Salah satu aksi terornya adalah bom Natal 2000 di sejumlah gereja.

“Mereka ada yang berkomunikasi ke jaringan teroris di Filipinan Selatan untuk senjata. Ada yang melakukan pengeboman Polresta Cirebon. Ada yang merakit bom,” ungkap Benny.

Ia mengklaim bahwa pernyataan tersebut bukan rekayasa dan bukan soal terkait isu penangkapan Rizieq Shihab dan sejumlah orang FPI baru-baru ini. Sebab katanya, dari puluhan yang didata, sebagian sudah diproses oleh pengadilan dan divonis bersalah.

Kendati begitu, ia tak membeberkan identitas lengkap puluhan teroris dari veteran FPi yang diungkap.

“Data-data ini memang belum banyak dipublikasikan ke media massa, ini sudah melalui proses hukum, sudah divonis pengadilan sehingga ini sahih sekali datanya,” pungkasnya.

Ormas FPI sendiri tengah jadi sorotan usai beberapa anggotanya dari Laskar FPI ditembak mati oleh polisi, beberapa waktu lalu di ruas Tol Jakarta-Cikampek Km 51. Pangkalnya, mereka diduga melawan polisi dengan senjata tajam dan senjata api.

Insiden maut ini merupakan ekses dari kasus pelanggaran protokol kesehatan yang membelit pentolan mereka, Rizieq. Ditambah kini, ia dan lima pengikutnya dijadikan tersangka atas kasus tersebut. (rwo)

Comments

comments