87 Demonstran Penolak UU Cipta Kerja Ditahan

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. /Foto: Humas Polri

Acuantoday.com, Jakarta- Polisi melakukan penahanan terhadap 87 demonstran saat aksi massa menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berujung rusuh dan anarkis.

Ke-87 demonstran yang ditahan di masing-masing kantor polisi setempat itu bagian 5.918 demonstran yang ditangkap dari seluruh daerah se Indonesia. Mereka ditangkap karena diduga membuat hal anarkis, seperti merusak fasilitas publik hingga menyerang aparat keamanan.

“Yang ditangkap yang diduga buat rusuh. Bakar sana-sini atau yang menyerang petugas. Polri menangkap 5.918 orang,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Minggu (11/10).

Tidak menutup kemungkinan jumlah yang ditahan akan bertambah sebab hingga saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan. Argo menjelaskan sebanyak 240 orang masih dalam diproses pidana.

Selain itu, kata Argo dari semua pendemo yang berhasil dirangkap sebanyak 145 orang diantaranya terkonfirmasi reaktif Covid-19 berdasar hasil rapid test.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus menambahkan untuk pendemo yang berhasil ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka di wilayah DKI Jakarta sebanyak 43 orang. Jumlah itu mengalami penyesuaian dari keterangannya sebelumnya, yang menyebut 87 orang tersangka.

“Jadinya, ada 43 orang yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Karena ini semua masih berproses. Penyidik masih menelusuri sejauh mana keterlibatan mereka,” ucap Yusri, saat dihubungi, Minggu.

Dari jumlah itu, Yusri menerangkan, 14 demonstran diantaranya resmi dijebloskan ke rutan Polda Metro Jaya, sementara sisanya dikenakan wajib lapor dan telah dipulangkan.

“Mereka yang menjadi tersangka dan ditahan kebanyakan karena menyerang petugas. Mereka diancam jerat Pasal 170 KUHP. Sisanya tidak ditahan soalnya ancaman hukumannya di bawah lima tahun,” ujarnya.(rwo)

Comments

comments