Polisi Cari Dalang Unjuk Rasa Ricuh di Malang

Arsip. Polisi menghalau pendemo dengan gas air mata saat unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law di jalan Kertanegara, Malang, Jawa Timur, Kamis (8/10/2020)./Foto:Antara/Ari Bowo Sucipto.

Acuantoday.com,Malang – Polisi terus melakukan pemeriksaan untuk menemukan dalang unjuk rasa menolak Omnibus Law yang berakhir rusuh di Kota Malang, Jawa Timur,  Kamis (8/10).

Menurut Kantor Beritra, Antara, sejauh ini polisi  menahan 129 orang.

“Kita akan lakukan pendalaman sampai 1×24 jam, untuk menentukan status mereka yang diamankan ini. Kalau memang memenuhi unsur, kita akan proses untuk proses hukumnya,” kata Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, Jumat(9/10).

Leo menuturkan, jika tidak ditemukan keterkaitan dengan kericuhan dalam unjuk rasa, mereka yang ditahan akan dipulangkan.

Dari 129 orang yang ditangkap, menurut Leo, 59 orang dinataranya mahasiswa, 29 orang pelajar SMA dan SMK, dua pelajar SMP, satu orang buruh, lima orang kuli bangunan, satu orang security, dan 15 orang pengangguran.

Leo menjelaskan, mereka yang masik kategori anak-anak, saat pemeriksaan didampingi oleh orang tua masing-masing.

“Nanti kalau tidak kada kaitan dengan peristiwa kemarin, saya akan buat berita acara pengembalian, pemulangan,” ujarnya.

Leo menambahkan, 129 orang yang ditangkap telah menjanali rapid tes COVID -19, 20 orang diantaranya hasilnya reakti.

“Sebanyak 20 orang reaktif, akan kita lanjutkan dengan test swab,” kata Leo.

Dalam aksi demontrsai yang bereujung rusuh kemarin, puluhan aparat kepolisian luka-luka. Selain itu, beberapa kendaraan dinas polisi rusak (Enggar)

 

Comments

comments