Ada Modus Lintas Ganti Waktu Kelompok Anarko, Ini Penjelasan Polisi

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus, menegaskan bakal mengkonter aksi massa penolakan RUU Ciptaker 6-8 Oktober di Gedung MPR/DPR./Foto: Acuantoday.com (Rohman)

Acuantoday.com, Jakarta- Sebanyak 270 demonstran diamankan jajaran Polda Metro Jaya dalam aksi demo tolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja dengan momen satu tahun kepemimpinan Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

Polisi menyebut lagi-lagi kelompok Anarko sebagai perusuhnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan demo mahasiswa dan buruh pada momen satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf relatif kondusif.

Namun, menjelang demo berakhir ada upaya membuat demo menjadi gaduh dan rusuh yang belakangan diprovokasi kelompok Anarko dan sebagian lagi pelajar STM.

“Karena kita ketahui memang modus operandi para anarko-anarko atau anak-anak STM atau SMK yang sering terjadi demonstrasi pasti itu ada lintas ganti waktu,” kata Yusri saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (21/10).

Lintas ganti waktu dimaksud, kata Yusri, yaitu para Anarko menyiasati kapan rusuh berlangsung. Bila sebelumnya mereka sedari pagi sudah datang dan mulai mengatur kerusuhan, kini pola demikian berubah dengan datang ke lokasi aksi saat sore hari atau jelang demo rampung.

Pada momen itulah, mereka menyusup ke massa aksi dan berbuat aksi kerusuhan, yang memantik emosi massa aksi lain. Belakangan, pola seperti itu sudah disosialisasikan ke kalangan demonstran dari mahasiswa.

“Teman-teman mahasiswa sudah tau itu, setelah kami infokan. Mereka juga marah kalau aksi disusupi dan jadi anarkis,” ujar Yusri.

Massa dari kalangan Anarko, dikatakan Yusri, masif datang berdemo karena dipicu ajakan dari media sosial. Sebelumnya, Polri sudah menetapkan tiga tersangka selaku pengeola akun media sosial yang dianggap menyebar narasi dan visual berbau peghasutan. Salah satu narasinya menyebut “Buat kawan-kawan ogut tanggal 20 Oktober jangan lupa bawa oli supaya polisinya jatuh,”

Kendati begitu, ratusan demonstran yang diamankan oleh sejumlah jajaran polres di Jakarta, kini, sudah berangsur dipulangkan dengan dengan mekanisme yang sama seperti sebelumnya. “Mereka membuat pernyataan tidak akan mengulang lagi dan setelahnya boleh dijemput orang tuanya. Tadi ada yang dari subuh sudah dijemput,” pungkasnya.

Jumlah massa gabungan dalam demo lanjutan di Jakarta disebut polisi mencapai dua ribuan, yang meliputi 400 mahasiswa dan 1.750 orang dari kalangan buruh. Tuntutan mereka tetap sama, meminta Presiden Joko Widodo mencabut UU Ciptaker.(rwo)

Comments

comments