Agnes Budhisurya Siap Memukau Panggung IFW Virtual 2020

Desainer Agnes Budhisurya tampilkan tiga koleksinya dalam Indonesia Fashion Week 2020---foto dokumentasi IndonesiaFashionWeek

Acuantoday.com— Indonesia Fashion Week (IFW) 2020 segera digelar. Persisnya pada Sabtu-Minggu (14-15 November) mendatang. Apa saja yang akan ditampilkan dalam pagelaran itu,  membuat penasaran para pemerhati mode.

Salah satu yang ikut ambil bagian dalam IFW virtual ini adalah desainer Agnes Budhisurya yang akan mengetengahkan tiga koleksinya yang  mengusung tajuk ‘Relung Prada’, ‘Kubikaroma’ dan ‘Wijaya Kusuma’. Seperti biasa dalam rancangannya Agnes selalu mengetengahkan unsur kain yang merupakan rancangannya sendiri.

“Dalam ‘Relung Prada’ corak-corak parang, ukel, titik dan garis disatukannya dengan garis-garis bebas mengikuti alur perasaannya yang membentuk relung-relung, diperkaya dengan imbuhan goresan canting dengan tinta prada,” tutur Agnes saat menjelaskan mengenai motif koleksinya itu, demikian dikutip dari laman IFW.

Koleksi Agnes Budhisurya—foto IFW

‘Relung Prada’ tampil dalam kombinasi warna kontras yang memukau, merah dan hitam, coklat keemasan/sogan dan hitam. Karya batik ini diwujudkan dalam berbagai macam gaun longgar namun feminin yang nyaman dipakai, dan dilengkapi dengan masker dan tutup kepala.

Sementara ‘Kubikaroma’ terinspirasi dari keindahan lukisan pada langit-langit Gereja di Roma. Agnes tersentuh untuk menuangkan keindahan klasik lukisan tersebut pada gaun-gaun rancangannya.

Sapuan kuas lukisnya pada selembar kain memainkan sejuta warna dari kuat sampai redup. Terasa tampilan warnanya memberikan nafas segar dalam era yang tidak menentu ini. Dituangkannya lukisan ini melalui teknik cetak pada bahan-bahan kedap air untuk kemudian diwujudkan sebagai koleksi ‘Kubikaroma’.

‘Wijaya Kusuma’ koleksi Agnes Budhisurya—foto IFW

Padu padan yang serasi antara jaket, celana ketat, tutup kepala, masker, hingga tas multiguna menimbulkan rasa percaya diri disamping rasa aman untuk beraktifitas diluar rumah.

Terakhir adalah ‘Wijaya Kusuma’, Agnes menampilkan gaun gala dengan lukisan tangannya yang membuat gaun ini unik. Tidak hanya dari cara pembuatannya, namun secara psikologis dari bunga yang dipilihnya yakni ‘Wijaya Kusuma’ atau yang akrab dengan sebutan ‘Ratu Tengah Malam’, yang mekar di tengah malam hanya 3 kali dalam setahun, bahkan mungkin juga 1 kali dalam setahun, menggambarkan betapa khususnya ciptaan Tuhan ini, dan betapa khususnya pemakainya.***dian

Comments

comments