Ahok Kritik Pertamina, Pengamat: Maju Terus, Libas

Ilustrasi-(Kiri) gedung Pertamina Pusat./Foto: Acuantoday.com (Ahmadi Supriyanto)

Acuantoday.com, Jakarta – Kritik Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terhadap internal korporasi perusahaan minyak plat merah itu mendapat apresiasi dari  pengamat ekonomi energi dari Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman.

“Kami mengapresiasi langkah Ahok, maju terus saja, libas,” kata Yusri di Jakarta, Rabu (15/9).

Yusri, seperti dikutip dari Antara, sejak awa melihat ada keganjilan. Misalnya, bagaimana Pertamina tidak menurunkan harga BBM di saat harga minyak dunia tengah anjlok drastis.

Menurutnya, ada inefisiensi pada proses bisnis Pertamina dari hulu hingga ke hilir, sehingga harga BBM tidak kunjung turun. Padahal, harga minyak dunia pada posisi terendah selama 43 tahun terakhir.

Yusri berpendapat, Ahok bisa mengambil langkah tegas di Pertamina, sebab di posisi jabatan Komisaris Utama, ia memiliki beberapa aturan yang dapat mengarahkan Pertamina memberikan evaluasi terhadap kinerja.

Sesuai UU nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Pasal 31 UU BUMN nomor 19 tahun 2003, seorang komisaris BUMN bertugas mengawasi dan menasehati direksi, serta tugas dan wewenangnya komisaris lebih lengkap dan detail diatur pada Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran BUMN.

Seperti diketahui, melalui media sosial, Ahok mengatakan, internal korporasi Pertamina perlu melakukan efisiensi, terkait gaji pegawai hingga level direksi, termasuk di anak-anak perusahaan Pertamina.

“Orang dicopot dari jabatan direktur utama anak perusahaan, misal gaji Rp 100 juta lebih masa dicopot gaji masih sama, alasannya dia sudah orang lama harusnya gaji mengikuti jabatan Anda,” ungkap Ahok.

Ahok juga mengkritisi Pertamina sebagai korporasi yang belum mampu menyeimbangkan keuangan perusahaan, hingga kritik kepada Kementerian BUMN dalam melakukan pergantian direksi. (ahm)

Comments

comments