AHY Beri Arahan Pecat Kader Terlibat Kudeta

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto : istimewa)

Acuantoday.com, Jakarta- Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra memastikan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah memberi arahan kepada Mahkamah Partai untuk memecat kader yang terlibat dalam gerakan kudeta.

“Ketum AHY menegaskan, jika ada kader terbukti berkhianat berdasarkan data dan fakta yang sudah dibahas, dan diverifikasi oleh BPOKK, Dewan Kehormatan, dan Mahkamah Partai, maka sanksinya adalah pemecatan berdasarkan aturan yang berlaku di Partai Demokrat,” kata Herzaky kepada wartawan, Rabu (24/2).

Menurut Herzaky, aturan dalam konstitusi partai kepada kader aktif yang melakukan perlawanan terhadap pengurus sah (kudeta-red) adalah pemecatan.

“Sanksi tegas sudah pasti akan diberikan, kepada siapa pun yang terlibat. Pemecatan memang sanksi terberat yang akan kami berikan,” tegasnya.

Meski mengakui akan melakukan pemecatan terhadap kader aktif yang terlibat gerakan kudeta, Herzaky belum memastikan kapan pemecatan itu dilakukan. “Tunggu saja infonya dalam beberapa hari ke depan. Keputusannya akan keluar,” ucapnya.

Dijelaskan Herzaky, instruksi pemecatan ini yang akan dilakukan kepada kader aktif ini tidak lepas dari permintaan para kader partai dan aturan dalam partai itu sendiri. Olehnya itu, sikap tegas partai terhadap kader pengkhianat akan tetap dilakukan.

“Aspirasi para kader dan pemilik suara sah ini tentunya benar-benar disimak oleh Ketum, BPOKK, Dewan Kehormatan, maupun Mahkamah Partai. Bagaimanapun, kami akan tegakkan hukum yang berlaku di internal partai kami,” jelasnya.

“Ada aturan dan mekanisme untuk para pengkhianat yang berkomplot dengan pihak eksternal dalam usaha mengambil alih kepemimpinan ini secara paksa,” pungkas Herzaky.

Sebelumnya, mantan Sekjend Partai Demokrat Marzuki Alie mengatakan langkah pemecatan terhadap kader aktif partai adalah tindakan otoriter. Marzuki Alie juga menantang pengurus Partai Demokrat untuk melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk melihat siapa yang paling disukai atau didukung. (rht)

Comments

comments