Ajak Nikah Dini, KPAI Laporkan Aisha Weddings ke Polisi

Tangkapan layar di situs Aishaweddings.com yang dipersoalkan KPAI karena memuat dorongan menikah di usia 12 tahun. Foto: Acuantoday.com (ali))

Acuantoday.com, Jakarta―Geram dengan strategi bisnis yang mendorong pernikahan anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memutuskan melaporkan sebuah wedding organizer (WO), Aisha Weddings ke polisi.

Selain mendorong anak terjerumus pada pernikahan yang belum waktunya, tegas KPAI, Aisha Weddings juga mendorong pelanggaran atas bunyi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan yang mensyaratkan usia minimal perkawinan adalah 19 tahun.

“Terkait kasus Aisha Weddings, kita sudah laporkan ke Unit PPA Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan terhadap wedding organizer ini, kita laporkan karena memberikan informasi yang meresahkan dan bertentangan dengan peraturan yang berlaku,” kata Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra, Rabu (10/2).

Jasra Putra mengecam keras Aisha Weddings, sebab bisnis yang dijalankan bertentangan dengan program pemerintah yang terus memerangi tingginya angka pernikahan anak di Indonesia.

“Apalagi negara sedang melakukan upaya keras pencegahan pernikahan usia anak,” ujarnya.

Selain itu, menurut Jasra, Undang-Undang Perlindungan Anak menyebutkan, adanya tanggung jawab para orang tua dalam mencegah terjadinya pernikahan usia anak.

Upaya perlindungan anak tersebut, papar Jasra, malah dirusak wedding organizer yang mencari keuntungan dengan mendorong anak-anak yang seharusnya belajar malah dikompori menikah.

“Oleh sebab itu, praktik perkawinan usia anak ini harus disudahi, dan semua pihak harus melakukan gerakan massif seperti halnya gerakan negara perang terhadap Covid-19,” pungkasnya. (mmu)

Comments

comments