Aksi 1812 Dinilai Bentuk Intervensi terhadap Proses Hukum Rizieq

Habib Rizieq Shihab ditengah-tengah pendukungnya. (Foto :Rahmat/Acuantoday.com)

 

Acuantoday.com, Jakarta―Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan mengaku ada intervensi hukum yang dilakukan oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212, dan massa Front Pembela Islam (FPI) dengan menggelar aksi di depan Istana Presiden.

Mereka menuntut Imam Besar FPI Rizieq Shihab dibebaskan. 

“Tidak boleh suatu proses hukum diintervensi, dipaksa sehingga berjalan tidak sesuai dengan aturan hukum. Jalani saja proses hukumnya,” kata Arteria di Jakarta, Jumat (18/12).

Menurut Arteria Dahlan, Rizieq bagusnya menjadi panutan umat Islam di Indonesia, terkhusus pengikutnya dengan menghormati proses hukum.  

“Habib Rizieq ini kan panutan, harusnya  mampu menjadi panutan semua umat yang lebih luas, seluruh umat muslim Indonesia, sehingga menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” ucapnya. 

Menurutnya, penahanan terhadap Rizieq merupakan bentuk konsekuensi terhadap apa yang dilakukannya, hingga proses hukum harus dijalani. Arteria juga menegaskan akan mengawal masalah hukum yang dihadapi Rizieq.

“Ini kan Rizieq mempertangungjawabkan kesalahannya. Ini kan harusnya didukung oleh seluruh elemen masyarakat. Jangan khawatir saya mengawal proses ini. Jadi biarkan saja polisi untuk bekerja hebat,” tegasnya.

Meski begitu, politisi asal Minang ini meminta massa aksi 1812 tidak melakukan intervensi terhadap proses hukum yang dijalani oleh Habib Rizieq tidaklah benar. 

“Kalau unjuk rasa silakan. Tapi kalau agendanya mendesak membebaskan Habib Rizieq ya tidak bisa,” jelasnya. 

Diketahui, Imam Besar FPI Habib Rizieq ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan dan penghasutan oleh penyidik Polda Metro Jaya. (rht)

Comments

comments