Aksi Unjuk Rasa Massa di Banyak Daerah Berisiko Klaster COVID-19

Aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di sejumlah daerah, Kamis (8/10). Aparat keamanan mengaku khawatir konsentrasi massa saat berunjuk rasa berisiko menjadi klaster baru COVID-19./Foto : Rahmat (Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Jakarta- Aparat keamanan mengaku khawatir aksi unjuk rasa berisiko menjadi klaster baru memaparkan COVID-19.

Hal ini didasarkan atas temuan banyaknya pengunjuk rasa yang dicurigai menjadi pembawa virus corona.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, sudah ditemukan 27 pendemo yang dinyatakan reaktif virus corona.

“Hasil itu merupakan hasil pemeriksaan Rapid Test yang dilakukan di wilayah hukum DKI Jakarta atau Polda Metro Jaya,” kata Argo di Jakarta, Kamis (8/10/2020).

Karena itu, Argo menerangkan penolakan UU Cipta Kerja melalui demonstrasi, justru menimbulkan terjadinya penyebaran virus corona.

“Kepada seluruh elemen masyarakat yang menolak Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta agar melalui pengajuan gugatan Judicial Review (JR) ke Mahkamah Konstitusi (MK),” ujarnya.

Polisi akan terus meredam aksi massa untuk meminimalkan potensi penularan virus corona. “Kami memastikan jajaran kepolisian akan melakukan pengamanan semaksimal mungkin agar massa tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar atau hoaks,” pungkas Argo.(rwo)

Comments

comments