Aktivitas Merapi Meningkat Warga Kembali ke Barak Pengungsian

Suasana di barak pengungsian Glagaharjo kembali diramaikan warga yang mengungsi.. (Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Seiring meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Merapi beberapa hari inki, ratusan warga Cangkringan Sleman kembali ke barak pengungsian di Posko Pengungsian Glagaharjo, Cangkringan.

Para pengungsi sebelumnya sempat kembali ke rumah, sebagian dari mereka adalah warga Dusun Kalitengah Lor Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon (Kecamatan) Cangkringan, kini kembali ke barak

Menurut data pada Rabu (30/12/2020) lalu, jumlah pengungsi yang tinggal di barak tercatat hanya 198 jiwa. Sebagian pengungsi memilih kembali ke rumah. Namun sejak Sabtu (2/1/2021), jumlah pengungsi yang mendiami barak berangsur bertambah. Jumlahnya saat itu sebanyak 298 jiwa. Pada Minggu (3/1/2021) jumlah pengungsi menembus 308 jiwa atau separuh dari total jumlah penduduk Kalitengah Lor sebanyak 537 jiwa.

Panewu atau Camat Cangkringan Suparmono mengatakan pekan lalu ada sebagian pengungsi terutama warga dewasa yang tidak masuk kelompok rentan, memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.

“Selain alasannya mulai jenuh, mereka juga menilai kondisi Merapi aman dan mulai landai,” kata Suparmono, Senin (4/1/2021).

Namun, lanjutnya, aktivitas Merapi belakangan mengalami peningkatan sehingga sebagian warga yang sebelumnya kembali rumah mulai ikut mendiami barak. Mereka kembali ke lokasi pengungsian atas kesadaran dan kemauan sendiri setelah mendengar informasi tentang peningkatan aktivitas Merapi.

“Jadi yang kembali ke rumah itu pengungsi yang bukan kelompok rentan. Sesuai kontingensi, mereka belum wajib mengungsi. Sedangkan kelompok rentan, mayoritas tetap berada di pengungsian,” katanya.

Ia mengatakan untuk mengusir rasa jenuh warga di barak pengungsian, pemerintah kecamatan sudah melakukan berbagai cara. Mulai menyajikan hiburan, pendampingan dan kegiatan lainnya.

“Selama ini, kami melakukan berbagai upaya agar warga tetap betah tinggal di barak. Misalnya, untuk pengungsi anak didampingi oleh Satgas PPA dari Dinas P3AP2KB. Begitu juga dengan pengungsi lansia yang sering mendapatkan hiburan dari sukarelawan,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Glagaharjo Suroto kepada wartawa, Senin (4/1/2021), menjelaskan penambahan itu berkaitan dengan sebaran informasi perihal peningkatan aktivitas Gunung Merapi yang cukup signifikan.

“Artinya memang berkaitan dengan aktivitas Gunung Merapi seperti kegempaan, guguran, dan lain-lain yang naik secara signifikan. Maka sejak kemarin, kita dapat informasi dari BPBD Sleman warga yang mengungsi tambah lagi,” ujar Suroto.

Suroto menyebutkan, memang beberapa waktu lalu warga yang telah mengungsi sejak awal sempat memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Merespons hal tersebut, pihaknya juga telah melaksanakan rapat darurat untuk mengambil keputusan terkait warga yang masih berada di zona bahaya erupsi.

Hasilnya diputuskan bahwa untuk warga, terutama yang telah sempat mengungsi dari awal, diminta untuk kembali turun ke barak pengungsian. Edukasi terhadap warga yang masih bertahan di rumahnya juga terus dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang makin meningkatnya aktivitas Gunung Merapi saat ini.

“Respons warga masyarakat juga sangat bagus. Terlihat dari mulai sejak tadi malam mereka sudah kembali mengungsi. Bahkan tidak hanya jumlah jiwa yang bertambah tapi dari segi Kepala Keluarga (KK) pun juga ada penambahan,” ucapnya.

Disebutkan bahwa penambahan pengungsi tidak hanya pada kategori umur tertentu saja. Sebab, memang satu KK bisa terdiri dari berbagai kategori umur, seperti bapak, ibu, dan anak.

Dijelaskan Suroto, saat ini barak pengungsian Glagaharjo tersebar di beberapa titik. Pertama ada di gedung serbaguna Balai Desa Glagaharjo, kedua di SD Muhammadiyah Cepitsari, dan ketiga ada di Panti Asuhan Al-Hikmah.

“Jadi kita sudah siapkan dan tadi malam sudah ditempati oleh warga,” tuturnya.(har)

Comments

comments