Alasan Abdul Mu’ti Tolak Tawaran Jokowi Dampingi Nadiem

Sekretaris Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti./Foto: Twitter

Acuantoday.com, Jakarta―Sekretaris Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengatakan, penolakannya sebagai Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan karena merasa dirinya bukan figur yang pas untuk posisi itu. 

’’Setelah melalui berbagai pertimbangan, saya memutuskan untuk tidak bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju dalam jabatan wakil menteri,’’ tulis Abdul Mu’ti yang dikutip oleh Acuantoday.com, Rabu (23/12).

Abdul Mu’ti, semestinya berada di Istana Presiden saat pelantikan menteri dan wakil menteri baru, Rabu (23/12) pagi ini, namun dirinya tidak hadir.

Lewat media sosial Facebooknya, Abdul Mu’ti mengakui telah menolak untuk masuk dalam Kabinet Indonesia Maju. 

Abdul Mu’ti juga mengakui, sebelum namanya muncul ke publik sebagai Wamendikbud, dirinya sudah dihubungi oleh beberapa orang termasuk Mendikbud, Nadiem Makarim. 

Namun, Abdul Mu’ti mengakui dirinya belum pantas mengemban amanah menjadi Wamendikbud. 

’’Saya merasa tidak akan mampu mengemban amanah yang sangat berat itu. Saya bukanlah figur yang tepat untuk amanah tersebut,’’ ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melantik enam Menteri baru dan lima Wakil Menteri baru. Pelantikan Wakil Menteri tersebut ditetapkan melalui Keputusan Republik Indonesia Nomor 76/M Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019–2024.

Adapun lima Wakil Menteri yang dilantik seperti, Muhammad Herindra sebagai Wakil Menteri Pertahanan, Edward Komar Syarif Hiariez sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM, Dante Saksono Harbuwono sebagai Wakil Menteri Kesehatan, Harfiq Hasnul Qolbi sebagai Wakil Menteri Pertanian dan Pahala Nugraha Mansyuri sebagai Wakil Menteri BUMN. (rht)

Comments

comments