Alasan Kejagung Setop Sementara Penyidikan Pinangki

Jaksa non-aktif Pinangki Sirna Malasar. / Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Kejaksaan Agung menyetop sementara penyidikan kasus pemberian dan penerimaan suap dari Djoko Tjandra kepada Jaksa Pinangki Sirna Malasari dalam pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA).

Alasannya, penyidikan kasus yang dimulai sejak Juli 2020 itu sudah dinyatakan lengkap alias P-21

Selain itu, hingga saat ini belum ditemukan fakta hukum baru terkait kasus ini.

“Sehingga, penyidik masih pada kesimpulan awal terkait dengan proses penerimaan dan pemberian suap itu,” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah saat dikonfirmasi, Jumat (16/10).

Selanjutnya, kata Febrie, pihaknya saat ini hanya menunggu hasil di persidangan. Dari sana akan dapat dilihat keterangan dari pengacara dan hakim yang dapat menilai terhadap kasus ini

Febrie juga mengatakan, penyetopan sementera penyidikan dikarenakan sejauh ini belum ada tanda-tanda tersangka baru. Misal, salah seorang saksi bernama Rahmat yang dalam berkas dakwaan diduga mengenalkan Pinangki kepada Djoko Tjandra.

Namun, kata dia, sejauh ini tidak ada bukti kuat untuk menetapkan Rahmat sebagai tersangka baru.

Kendati begitu, Kejagung sudah berupaya mencegah yang bersangkutan untuk bepergian ke luar negeri, bila sewaktu-waktu ditemukan bukti kuat yang bisa menjeratnya.

“Kita sama-sama pantau perjalanan sidang. Bukan menutup kemungkinan, penyidikan dibuka kembali dengan menghadirkan saksi yang bisa mengarah ke tersangka baru,” ujar Febrie.

Sebelumnya, jaksa mendakwa Pinangki telah menerima suap sebesar 500 ribu dolar AS dari Djoko Tjandra pada November 2019. Pinangki disebut Jaksa, bekerja mengurusi permohonan fatwa MA bersama Andi Irfan Jaya dan Anita Dewi Kolopaking. Keduanya pun sudah dijadikan tersangka. (rwo)

Comments

comments