Alasan Masih dalam Pemulihan, Rizieq Mangkir Panggilan Polisi

Rizieq Shihab mangkir pemeriksaan polisi soal kasus pelanggaran protokol kesehatan acara nikah putrinya karena alasan kesehatan. Aziz Yanuar selaku Kuasa hukum Rizieq klaim penyidik terima alasan itu, kendati tak menyertakan surat keterangan dokter./Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta–Rizieq Shihab dipastikan tidak hadir dalam pemeriksaan kasus pelanggaran protokol kesehatan di acara pernikahan putrinya, medio November lalu.

Sesuai undangan Polisi, Rizieq diagendakan memberikan keterangan, Selasa (1/12) ini.

Kepastian itu diungkap Aziz Yanuar, kuasa hukum Rizieq, yang menyebutkan pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu urung datang pemeriksaan karena tengah dalam masa pemulihan usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Ummi, Kota Bogor pada pekan lalu. 

“Alasan sedang masih beristirahat. Beliau sama-sama tahu pada Sabtu 28 November 2020 yang lalu baru saja keluar dari rumah sakit. Setelah beristirahat di sana artinya masih masa pemulihan,” kata Aziz kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya usai lapor ke penyidik, hari ini

Aziz menuturkan, alasan Rizieq absen dari pemeriksaan polisi hanya berdasar ucapan, tanpa adanya surat dari dokter yang menjelaskan Rizieq butuh waktu pemulihan usai dirawat. 

“Kami masih proses. Karena untuk itu membutuhkan waktu makanya tadi kita meminta pihak kepolisian memaklumi hal tersebut,” ujarnya. 

Ia mengaku alasan ketidakhadiran Rizieq karena faktor kesehatan diterima baik oleh penyidik, sehingga bisa dijadwalkan lagi pemeriksaannya

Namun, Aziz belum bisa menjamin Rizieq bakal memenuhi pemanggilan kedua polisi. 

Insyaallah,” singkatnya menjawab.  

Sebelumnya, polisi memanggil Rizieq dalam kapasitasnya sebagai saksi selaku penyelenggara hajat kawin putrinya yang diduga melanggar protokol kesehatan. Polisi menemukan laku pidana dalam acara itu dan karena itu meminta kesaksian Rizieq sebagai upaya penyidikan mencari tersangka. 

Rizieq dipanggil dengan sangkaan pasal berlapis. Pertama Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 160 KUHP serta Pasal 216. (rwo)

Comments

comments