Alasan Polisi tak Turunkan Baliho Rizieq

Anggota TNI dari Kodam Jaya menurunkan baliho bergambar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab.(Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta–Mabes Polri mengaku tidak menemukan adanya unsur perbuatan melawan hukum atau pelanggaran pidana dalam pemasangan sejumlah baliho pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang tersebar di sejumlah wilayah. 

Begitu pun soal narasi yang termaktub di baliho.

“Apa peristiwa pidananya? Semuanya dari situ berasal. Pakai peristiwa pidananya dulu, atau ada perbuatan melawan hukum apa? Ada laporannya, enggak?” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono di Jakarta, Kamis (26/11).

Awi menegaskan, setiap tindakan polisi mengusut perkara selalu berlandaskan pada delik-delik hukum. Bila unsur itu tak terpenuhi, maka tak ada alasan untuk polisi bertindak. 

Segala tindakan polisi, Awi melanjutkan, juga mesti berpatok pada Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), serta beberapa aturan lain.

Merujuk dasar itulah, yang kemudian menjelaskan mengapa Polri tak mengambil sikap tertentu soal ramainya aksi copot baliho oleh personel TNI, yang berujung polemik belakangan ini. 

“Kita kembalikan terkait dengan permasalahan spanduk, penurunan spanduk, secara proporsional ya,” kata Awi. 

Di samping itu, Awi berpendapat setiap penegak hukum mempunyai tupoksinya masing-masing. Dalam penurunan baliho ini, kendali penuh ada di Satpol PP. 

“Penertiban spanduk itu ada aturannya di Perda masing-masing daerah ya. Penegak hukumnya siapa adalah Satpol PP,” ujarnya.

Polri dan TNI, kata dia, hanya bergerak jika memang ada permintaan bantuan.

“Tentunya kita akan bantu pengamanannya,” imbuhnya. (rwo)

Comments

comments