Ancam Penggal Kepala Polisi, Simpatisan Rizieq Dirungkus

Polda Metro Jaya tangkap pelaku pembuat video mengancam penggal kepala polisi karena tak rela Rizieq Shihab ditangkap./Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Polisi berhasil meringkus Muhamamd Umar alias DB, pelaku pembuat video yang menyatakan bakal memenggal kepala polisi karena menangkap Rizieq Shihab. 

Umar tak berkutik saat diringkus aparat di kediamannya di kawasan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (13/12) kemarin. 

Terungkap, dia mengaku sebagai simpatisan FPI, yang tak senang dengan tindakan polisi menangkap Rizieq karena kasus pelanggaran protokol kesehatan. 

“Dia (Umar) ini mengaku simpatisan daripada FPI,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (14/12). 

Saat digeledah rumahnya, kata Yusri, ditemukan barang bukti berupa ponsel, yang digunakan untuk membuat dan menyebarkan video ancaman untuk polisi ke dalam media sosial. Selain itu, polisi juga menyita peci dan baju muslim milik pelaku. 

Atas perbuatannya, ia dijerat Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) dan atau Pasal 27 ayat (4) jo Pasal 45 ayat (4) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Ancaman hukumannya paling lama 6 tahun penjara. 

Pesan Rizieq dari Jeruji

Sementara itu, dari balik jeruji besi, Rizieq Shihab menyerukan kepada pengikutnya untuk tetap mengusut kasus kematian enam Laskar FPI yang ditembak polisi, baru- baru ini. 

“Beliau menyampaikan pesan bahwa jangan berhenti berjuang dan tidak boleh melupakan kasus pembantaian 6 syuhada. Harus terus dibongkar sampai ke akar akarnya,” kata Sekretaris Umum FPI Munarman Munarman dalam keterangan tertulis, Senin (14/12). 

Ia menyampaikan kabar kondisi Rizieq tengah baik-baik saja selama ditahan. Bahkan, dikatakannya, Rizieq tampak gembira, meski diputuskan mendekam sementara di penjara Polda Metro Jaya selama 20 hari.

“Alhamdulillah Habib sehat. Beliau senang dan gembira,” katanya. 

Saat kembali menyinggung kasus penembakan 6 Laskar FPI, Munarman berkata polisi tidak hanya telah membunuh mereka, tapi juga telah menyebar fitnah soal peristiwa yang terjadi. Baginya, polisi sudah berbuat kekerasan verbal.

“Jadi dituduh, difitnah bawa senjata, difitnah menyerang, difitnah sebagai pelaku ya, nah itu kekerasan verbal,” ujarnya. (adi)

Comments

comments