Anggaran Tak Cukup, DIY tak Bisa ‘Lockdown’ Total

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana

Acuantoday.com, Yogyakarta- Kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus meningkat justru di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengatakan, sebenarnya pihaknya tidak menyetujui adanya perpanjangan PPKM DIY hingga dua minggu ke depan. Sebab ekonomi masyarakat sudah terganggu dengan adanya kebijakan tersebut.

“Sebenarnya saya tidak sependapat kalau memang harus ada perpanjangan karena mempertimbangkan ekonomi masyarakat yang begitu terdampak apalagi dua minggu terakhir ini. Harapan kami PPKM ini yang terakhir tapi kalau terpuruk terus ya harus disiapkan kedaruratan. Terpaksa kapasitas, kemampuan rumah sakit kita harus dinaikkan,” kata Huda, Jumat (22/1/2021).

Dikataka , DIY tidak akan bisa menerapkan lockdown total untuk menekan angka penularan Covid-19. Sebab secara finansial, daerah tidak memiliki cukup dana untuk menanggung hidup warga paling tidak selama dua minggu saja.

Sebagai contoh, sepanjang 2020 lalu, untuk bantuan sosial 150 ribu warga DIY, sudah dihabiskan anggaran senilai Rp 600 miliar. Namun dana itu hanya bisa digunakan untuk bantuan selama tiga bulan.

“Kita realistis, tidak punya cukup uang jika menerapkan itu (lockdown total). Kita tidak mungkin bisa menerapkan di DIY, itu secara realistisnya,” tegasnya.

Satu-satunya yang bisa dilakukan saat ini, menurut Huda, yakni memaksimalkan kapasitas penanganan kesehatan di rumah sakit maupun shelter. DIY harus terbiasa dengan banyaknya kasus positif yang diimbangi dengan kemampuan penanganan pasien.

“Kita harus bisa terbiasa dengan angka covid yang banyak dan pasien yang banyak, tapi harus dengan kamar yang cukup. Sekarang ini kan kapasitasnya belum cukup. Yang bisa dilakukan saat ini ya memaksimalkan itu, kalau ada yang sakit dirawat agar ekonomi bisa terus berjalan, dengan tetap juga menjalankan protokol kesehatan ketat ya,” ujarnya. (Chaidir)

Comments

comments