Antisipasi Demonstrasi Tolak Omnibus Law, Sembilan Ribu Polisi Dikerahkan

Sejumlah mahasiswa mengikuti aksi long march di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2020). Aksi tersebut sebagai bentuk protes mahasiswa atas pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang dianggap dapat merugikan para buruh dan dunia pendidikan./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta -Sebanyak 9.346 personel aparat kepolisian disigakan untuk mengantisipasi unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Sejak Senin (5/10) sampai Kamis (8/10), personil tetap 9.346 ditambah 10 SSK. Ini antisipasi kita untuk kegiatan hari ini,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Kamis (8/10).

Antara melaporkan, personel TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan juga dilibatkan dalam pengamanan demonstrasi.

“Semua pos, tempat, kita duduki, tempatkan personel TNI-Polri bersama pemerintah dalam hal ini Satpol PP dan Dinas Perhubungan,” tamba Yusri

Selain mengamankan objek vital, mereka juga melakukan patroli gabungan untuk memecah kerumunan massa.

“Kemudian kita lakukan tindakan preventif dengan patroli. Kita upayakan, kita imbau mereka semuanya supaya mereka kembali,” ujarnya.

Yusri menjelasakan, pihaknya menerima pemberitahuan rencana demo pada 5-8 Oktober, namun polisi tidak mengeluarkan izin aksi.

Pihak Polda Metro Jaya menurut Yusri, tidak mengeluarkan izin aksi karena kondisi pandemi COVID-19 sehingga berisiko menambah jumlah orang terpapar.

Hingga saat ini, polisi telah mengamankan sekitar 400 orang diduga kelompok Anarko yang berencana melakukan kericuhan di sekitar Asia Afrika Senayan, Portal Senayan, Jalan Veteran, Pancoran dan Palmerah.

Yusri menduga pemuda tersebut adalah bagian dari kelompok Anarko, bukan bagian dari massa pendemo menentang Omnibus Law Cipta Kerja. (Yos)

 

Comments

comments