Antisipasi Kerusuhan Terkait Pilpres AS, WNI Dimbau Hindari Kerumunan

Presiden AS Donald Trump memberikan keterangan kepada media sementara para pendukungnya berkumpul di Rochester, Minnesota, Amerika Serikat, Jumat (30/10). Foto:Reuters/Carlos Barria

Acuantoday.com – Untuk mencegah penularan COVID-19 serta mengantisiapi kemungkinan terjadinya kerusuhan saat pemilihan presiden AS pada 3 November 202, warga negara Indonesia di sejumlah negara bagian Amerika Serikat (AS) diimbau tetap di rumah.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York menyampaikan imbauan itu  untuk para WNI yang tinggal di 15 negara bagian yakni Connecticut, Delaware, Maryland, Maine, Massachusetts, New Hampsire, New Jersey, New York, North Carolina, South Carolina, Pennsylvania, Rhode Island, Vermont, Virginia, dan West Virginia.

“Masyarakat Indonesia dihimbau untuk sejauh mungkin menghindari tempat-tempat yang dinilai berpotensi menjadi lokasi berlangsungnya aksi unjuk rasa atau kerusuhan,” kata KJRI New York lewat surat edaran yang diterima di Jakarta Senin malam (2/11).

Meskipun ada potensi kerusuhan, pihak KJRI meminta masyarakat Indonesia dapat menyikapi segala situasi dengan tenang dan penuh kewaspadaan selama pilpres.

“Warga masyarakat Indonesia diimbau untuk sedapat mungkin tetap tinggal di rumah sekiranya tidak terdapat urusan/kepentingan yang bersifat mendesak,” bunyi surat edaran tersebut.

Jika ada keperluan mendesak yang mengharuskan warga keluar rumah, KJRI meminta WNI untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menjaga jarak, demi mencegah penularan COVID-19.

Guna mengetahui perkembangan situasi selama pilpres, KJRI New York juga meminta masyarakat Indonesia di AS untuk mengikuti informasi dari media resmi dan imbauan lembaga-lembaga terkait, khususnya menyangkut situasi keamanan di AS.

Warga Indonesia yang memerlukan bantuan Konsulat Jenderal Republik Indonesia New York dapat menghubungi nomor hotline KJRI New York: 347 806 927, 646 491 3809, 646 238 8721, 929 366 9842, 929 329 4872. (Eti/Antara)

Comments

comments