AS Kembali ke Pakta Nuklir, Washington Minta Teheran Patuh

Mayor Jenderal Hossein Salami mengunjungi situs rudal bawah tanah Garda Revolusi Iran di lokasi yang dirahasiakan di Teluk, foto diperoleh pada Jumat (8/1/2021)./Foto: Antara

Acuantoday.com, Washington―Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mendesak Teheran untuk mematuhi kesepakatan nuklir.  Washington, yang meninggalkan pakta itu saat di bawah mantan Presiden Donald Trump, menegaskan bakal mematuhinya.

“Jika Iran kembali memenuhi kewajibannya di bawah JCPOA, Amerika Serikat akan melakukan hal yang sama,” kata Blinken menegaskan kembali kebijakan Presiden Joe Biden 

Kesepakatan nuklir, yang secara resmi disebut  Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), disepakati oleh Iran dan enam negara besar pada 2015.

Perjanjian itu mengikat Iran untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi dari Amerika Serikat dan negara lainnya.

Trump hengkang dari kesepakatan itu pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi AS, yang menyebabkan Iran mulai melanggar ketentuan dalam perjanjian tersebut.

Jika Iran kembali ke kesepakatan itu, Washington akan berusaha membangun apa yang disebut Blinken sebagai “perjanjian yang lebih lama dan lebih kuat” yang akan menangani masalah “yang sangat problematis” lainnya.

Blinken tidak menyebut masalah yang mana tetapi Biden mengatakan masalah-masalah yang dimaksud antara lain menyangkut pengembangan rudal balistik Iran serta dukungan Teheran untuk pasukan proksi di negara-negara seperti Irak, Suriah, Lebanon dan Yaman.

“Iran tak patuh pada sejumlah bidang dan ini akan membutuhkan waktu, seandainya Iran membuat keputusan untuk melakukannya, untuk kembali patuh, saatnya bagi kami kemudian untuk menilai apakah Iran memenuhi kewajibannya,” kata Blinken kepada wartawan.

Dia menolak mengungkapkan pejabat AS mana yang akan memimpin pembicaraan dengan Iran tapi mengatakan, “kami akan mengusung perspektif berbeda tentang masalah ini.” (mad)

Comments

comments