Pengamat: ASN Jangan Main Panggung Politik di Pilkada

Seorang pemilih sedang menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) pencegahan virus corona (COVID-19) Pilkada Serentak 2020 ditengarai membuat partisipasi rakyat untuk ikut pilkada menjadi rendah./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Aparatur sipil negara (ASN) harus menjaga jarak dengan semua kekuatan politik, baik pasangan calon kepala daerah, tim kampanye, maupun partai pengusung dan partai pendukungnya

Di sisi lain, pasangan calon kepala daerah maupun tim kampanye agar dapat menahan diri untuk tidak mendekati ASN guna mendukungnya dan memengaruhi pihak lain.

“ASN harus dapat memisahkan antara melakukan tugas pelayanan publik, dengan mendukung kegiatan salah satu pasangan calon kepala daerah,” kata Pakar Komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing saat dihubungi, Rabu (4/11).

Menurut Emrus, ASN bisa menjaga netralitas meskipun calon kepala daerah yang berkompetisi itu adalah calon “incumbent” yakni kepala daerah yang sedang memimpin.

Menjaga jarak yang dilakukan ASN, katanya, harus dilakukan baik di ruang publik maupun di ruang privat, yang disebutnya dengan istilah menjaga jarak, baik di panggung depan maupun di panggung belakang.

“Kalau di panggung depan relatif bisa terkontrol, tapi ASN juga harus bisa menjaga jarak di panggung belakang,” jelasnya.

Karena itu, kata dia, ASN dan pasangan calon kepala daerah, sebaiknya sama-sama menjaga jarak agar terlaksana pilkada yang fair dan berkualitas. Sementara itu, Pilkada Serentak 2020 akan dilaksanakan di 270 daerah, pada 9 Desember mendatang. (rht)

Comments

comments