Aspirin untuk Migrain dan Sakit Kepala yang Perlu Anda Tahu

Ilustrasi Aspirin--sumber foto: cardiff.ac.uk

Acuantoday.com— Siapa yang tak tahu obat aspirin. Obat ‘tua’ yang sudah berusia 100 tahun lebih ini sampai sekarang masih efektif digunakan untuk berbagai problem kesehatan. Misalnya saja, saat ini dua pil aspirin standar 325 miligram (mg) dapat mengatasi sebagian besar sakit kepala dalam satu jam atau kurang. Bahkan beberapa penderita migrain merasa lega dengan obat ini, yang pertama kali dikembangkan oleh raksasa farmasi Bayer.

Apa Itu Aspirin?

Aspirin adalah salah satu dari sekelompok senyawa yang berhubungan secara kimiawi yang disebut salisilat. Selain merek dagang Bayer, Anda juga dapat membeli aspirin generik dengan “ASA” pada labelnya; huruf-huruf tersebut mewakili asam asetilsalisilat, rumus kimia aspirin.

ASA adalah senyawa ‘pekerja keras’, yakni; Analgesik yang meredakan nyeri,

penurun demam, atau obat antipiretik, obat anti inflamasi yang membantu mengurangi pembengkakan di tubuh, penghambat trombosit, sel darah yang dapat menyebabkan pembekuan darah yang berpotensi berbahaya.

Migrain

Migrain adalah gangguan neurologis yang mempengaruhi sekitar 1 miliar orang di seluruh dunia, termasuk hampir 40 juta orang di Amerika Serikat, menurut Migraine Research Foundation (MRF). Penyakit ini bisa bersifat episodik – dengan serangan sporadis – atau kronis.

Lebih dari 4 juta orang dewasa menderita migrain harian kronis, yang berarti mereka memiliki gejala migrain selama 15 hari atau lebih per bulan, kata MRF.

Gejala migrain biasanya berupa sakit kepala, sering kali disertai dengan: Mual, muntah, pusing, kepekaan terhadap cahaya, sentuhan, bau, atau suara, gangguan visual, kesemutan atau mati rasa di wajah, tangan, atau kaki.

Gangguan sensorik yang dapat menyertai migrain disebut aura, dan biasanya dimulai sesaat sebelum fase sakit kepala akibat serangan migrain dan berlangsung selama 20 hingga 60 menit, menurut American Migraine Foundation.

Sekitar 90 persen orang dengan migrain melaporkan sakit kepala sedang hingga parah, dan lebih dari setengahnya menunjukkan rasa sakit ini menyebabkan gangguan parah atau kebutuhan untuk istirahat di tempat tidur, yang berarti mereka bolos kerja atau sekolah, menurut sebuah ulasan yang diterbitkan dalam edisi November 2019 dari Jurnal Kedokteran Amerika.

Dapatkah mengkonsumsi Aspirin membantu mengobati atau mencegah serangan migrain?

Beberapa jenis resep dan obat OTC digunakan dalam pengobatan migrain akut, dan lainnya dalam pencegahan serangan berulang atau kronis. Ini termasuk:

-Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDS), paling sering ibuprofen

-Beta-blocker (propranolol)

-Antidepresan trisiklik (amitriptyline)

-Agonis reseptor serotonin selektif (sumatriptan)

-Penghambat saluran kalsium (verapamil)

-Penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE)

-Obat anti kejang

-Suntikan botoks

-Antibodi biologis atau monoklonal (erenumab, fremanezumab, dan galcanezumab)

Aspirin dapat meningkatkan pengendalian migrain bila digunakan dalam kombinasi dengan obat lain ini, menurut Healthbeat, sebuah publikasi dari Harvard Medical School.

Sebuah studi observasi kecil yang dijelaskan dalam sebuah surat kepada editor di jurnal European Neurology edisi November 2017 menemukan bahwa pengobatan aspirin dosis rendah setiap hari (81 mg per hari) mengurangi frekuensi aura pada 93 persen orang yang mengalami migrain dengan aura. Faktanya, hampir setengah (48 persen) dari peserta penelitian memiliki gejala aura yang hilang sama sekali, kata penulis.

Aspirin dalam dosis 900 hingga 1.300 mg, diminum saat timbulnya gejala, ditemukan dapat mengurangi rasa sakit yang terkait dengan serangan migrain dan meredakan gejala seperti mual dan muntah seefektif beberapa resep pengobatan migrain, menurut American Journal review Kedokteran. Selain itu, bukti dari beberapa uji coba yang ditinjau menunjukkan kemungkinan bahwa aspirin harian, dalam dosis 81 hingga 325 mg, dapat menjadi pilihan pengobatan yang efektif dan aman untuk pencegahan serangan migrain berulang.

Penulis ulasan juga mencatat bahwa karena aspirin adalah obat OTC, ini mungkin pilihan yang lebih murah untuk penderita migrain yang tidak memiliki asuransi kesehatan atau yang memiliki cakupan terbatas.*** dian

Comments

comments