Aturan Baru untuk Sepeda, Pengelola Gedung Diminta Bikin Parkiran Khusus

Ilustrasi-Kegiatan bersepeda di kawasan Sudirman, Jakarta./Foto: Kementerian Perindustrian

Acuantoday.com, Jakarta – Pengelola gedung, sekolah, kantor untuk menyediakan tempat parkir sepeda. Upaya ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat dari sebelumnya sepeda motor menjadi menggunakan sepeda.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan PM 59/2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan.

Peraturan itu menyebut, fasilitas parkir umum untuk sepeda dapat berupa lokasi yang mudah diakses, aman, dan tidak mengganggu arus pejalan kaki serta terdapat rak, tiang, atau sandaran yang memungkinkan bagi sepeda untuk dikunci atau digembok.

“Peraturan ini runtuk mewujudkan tertib berlalu lintas dan menjamin keselamatan penggunaan sepeda di jalan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (19/9).

Ada beberapa aspek utama yang diatur salah satunya persyaratan teknis sepeda dimana sepeda digolongkan menjadi dua kategori yakni sepeda untuk kepentingan umum dan kepentingan olahraga. Kalau untuk kepentingan umum dapat digunakan sehari-hari oleh masyarakat.

“Ke depannya kami mengharapkan bahwa sepeda ini dapat digunakan untuk kepentingan sehari-hari masyarakat seperti ke sekolah, kantor, pasar, atau ke mall,” katanya.

 Ada tujuh jenis persyaratan keselamatan yang harus dipenuhi pesepeda saat di jalan yaitu, spakbor, bel, sistem rem, lampu, alat pemantul cahaya berwarna merah, alat pemantul cahaya roda berwarna putih atau kuning, dan pedal.

Dalam PM 59/2020 disebutkan bahwa penggunaan spakbor dikecualikan untuk jenis sepeda balap, sepeda gunung, dan jenis sepeda lain. 

Untuk penggunaan lampu dan alat pemantul cahaya juga disebutkan harus dipasang pada malam hari dan dalam kondisi jarak pandang terbatas karena gelap, atau saat hujan lebat, berada di terowongan, atau pada saat kondisi jalanan berkabut.

“Saat berkendara di jalan terutama malam hari para pesepeda harus menyalakan lampu dan menggunakan pakaian maupun atribut yang memantulkan cahaya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pesepeda untuk selalu menggunakan alas kaki atau sepatu, serta  menggunakan helm untuk pesepeda. 

“Yang penting juga yaitu memahami dan mematuhi tata cara berlalu lintas,” katanya. (adi)

Comments

comments