Australia Sarankan Penggunaan Vaksin Pfizer untuk Usia 50 Tahun ke Bawah

Dokumentasi - Vaksin COVID-19 Pfizer. (Reuters/Dado Ruvic)

Acuantoday.com— Australia pada Kamis mengatakan kini mereka menyarankan penggunaan vaksin Covid-19 Pfizer daripada vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca, untuk usia 50 tahun ke bawah.

Regulator obat Eropa pada Rabu menemukan kemungkinan kaitan antara vaksin Covid-19 AstraZeneca dan kasus pembekuan darah yang langka pada orang dewasa penerima vaksin.

Mereka juga telah mempertimbangkan semua bukti yang ada.

Kepala Medis Australia Paul Kelly mengatakan bahwa kendati risikonya sangat kecil, para pakar di negara itu telah mengubah imbauannya bagi mereka yang memiliki risiko terbesar.
Australia akan terus memberikan vaksin AstraZeneca bagi orang-orang yang berusia di atas 70 tahun.

Sementara itu dikabarkanfFasilitas vaksin COVAX sudah menyerahkan hampir 38,4 juta dosis vaksin Covid-19 ke 100 negara lebih dan negara di seluruh enam benua hingga Kamis, enam pekan setelah mulai dibagikan, menurut sebuah pernyataan.

Aliansi vaksin GAVI dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan meski mengalami pengurangan pasokan pada Maret dan April, serta permintaan yang lebih tinggi di India, di mana sebagian besar suntikan utamanya AstraZeneca diproduksi, pihaknya berharap dapat mengirimkan dosis vaksin ke seluruh negara.

Negara-negara itu telah mengajukan permintaan dosis vaksin pada paruh pertama 2021.

“Menurut estimasi pasokan terbaru, COVAX berharap dapat mengirim sedikitnya 2 miliar dosis vaksin pada 2021,” katanya. Portofolionya, yang saat ini bergantung pada suntikan AstraZeneca dan Pfizer-BioNTech, akan dilakukan diversifikasi.***ket/rtr/ant

Comments

comments