Autopsi Pendeta Yeremia Belum Dilakukan, Polri Enggan Komentari Temuan Komnas HAM

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono/ Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Polri enggan mengomentari temuan Komnas HAM soal penyebab kematian Pendeta Yeremia Zanambani, yang diduga ditembak oleh Alpius, anggota TNI berstatus Wakil Danramil Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua.

Saat ini, Kepolisian masih melakukan investigasi atas rentetan baku tembak TNI vs Kelompok Kriminal Bersenjata yang terjadi dalam kurun 17-19 September lalu, hingga menewaskan dua anggota TNI dan dua warga sipil termasuk Pendeta Yeremia.

“Silahkan klarifikasi langsung ke mereka. Apalagi, mereka sudah menunjuk pelakunya,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono saat ditanya hal tersebut dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Selasa (3/11).

Yang jelas, lanjut dia, proses autopsi masih belum dilakukan.

“Kita masih terlalu dini untuk menyimpulkan. Kenapa? untuk autopsi saja belum,” katanya.

Meski begitu, Awi tak menampik bahwa polisi juga menemukan proyektil peluru di sekitar kandang babi, tempat di mana Yeremia ditemukan tak bernyawa.

Polisi juga disebut menemukan belasan lubang bekas peluru di lokasi kejadian, termasuk lubang akibat luka tembak yang bersarang di tubuh korban.

Meski begitu, Polisi tak bisa menyimpulkan korban dibunuh karena tembakan aparat TNI.

Untuk membuktikan itu, penyidik kepolisian mesti lebih dulu melakukan rekonstruksi peristiwa dan mengautopsi tubuh korban, setelah sebelumnya proses penyidikan baru sampai tahap olah TKP dan mengorek keterangan dari 24 saksi, termasuk isteri korban.

“Jadi nantikan pasti diselidiki, kalau nanti terjadi luka, lukanya dimana, akibat apa. Kalau memang itu akibat tembakan peluru, pelurunya jenis apa, dari senjata apa, semuanya akan diselidiki hal demikian,” klaim Awi.

Keterangan Polri yang menyebut belum mendapatkan petunjuk kuat bahwa Yeremia dibunuh oleh aparat TNI, meski sudah memeriksa puluhan saksi, terlihat bertolak belakang dengan hasil investigasi Komnas HAM.

Investigasi itu juga telah menanyai sejumlah saksi, bahkan sempat mendapati keterangan dari saksi mata saat kejadian yang melihat Alpius berjalan menuju kandang babi.

Tak lama berselang, Yeremia tewas bersimbah darah dengan luka tembak dan luka sayat di tangan.

“Jadi saksi yang melihat langsung belum ada, termasuk saksi-saksi yang menolong yang lainnya ya itu (tidak ada),” kata Awi. (rwo)

Comments

comments