Bahaya Mengintai Penggemar Makanan Manis

Ilustrasi--sumber foto healthline.com

Acuantoday.com— Pernah melihat seseorang membuat segelas teh dengan takaran gula 2,5 sendok makan. Bisa dibayangkan betapa manisnya teh tersebut, apalagi gelas yang digunakan ukurannya sedang saja. Penikmat teh itu beralasan itu adalah takaran gula rutin ketika ia membuat secangkir teh. Dia memang sangat suka makanan serba manis. Apalagi dia merasa bukan keturunan orang yang berisiko terkena penyakit diabetes.

Menurut para ahli, mengkonsumsi gula ataupun makanan-makanan serba manis ada batasannya. Meskipun tidak termasuk dalam golongan berisiko terkena diabetes terkait keturunan, namun bahaya tetap mengancam. Berlebihan mengkonsumsi makanan manis sama berbahaya dan mematikannya dengan tembakau, begitu kata para ahli.

Jika ingin sehat, bagi orang dewasa sebaiknya mengkonsumsi gula  maksimal 6 sendok teh per-hari . Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan gula 12 sendok teh sehari namun 6 sendok teh perhari adalah yang terbaik.

Dokter mengatakan, aturan ini adalah kunci untuk menghindari obesitas , penyakit jantung dan penyakit serius lainnya. Graham MacGregor, seorang ahli jantung di London dalam kampanye kesehatan  mengatakan : “Gula berkontribusi terhadap obesitas, diabetes tipe II dan kerusakan gigi .”

“Selama bertahun-tahun, kami telah tahu risiko kesehatan yang dihadapi akibat mengkonsumsi gula berlebih, namun belum ada tindakan substansial yang diambil,” tambahnya

Sekitar setengah miliar  orang di dunia menderita obesitas dan jumlah ini terus meningkat.  Tingginya angka obesitas diakibatkan kandungan gula tersembunyi (hidden sugar) pada makanan dan minuman olahan, seperti yogurt, pasta, minuman ringan atau bersoda, jus, dan smoothies. Hal ini juga perlu diingatkan pada anak-anak yang gemar mengkonsumsi makanan dan minuman manis. ***dian

Comments

comments