Baleg DPR Enggan Lanjutkan Pembahasan RUU Ketahanan Keluarga

Rapat Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2020). Rapat membahas harmonisasi RUU Masyarakat Hukum Adat / Foto : Hardianto

Acuantoday.com, Jakarta- Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Ketahanan Keluarga kemungkinan tidak akan dilanjutkannya pembahasannya. Sinyalamen itu diungkapkan Anggota Badan Legsilasi (Baleg) DPR dari Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin.

“Kami mewakili teman-teman yang lain melihat bahwa urgensi dari RUU ini belum urgen, belum perlulah karena kita melihat banyak UU yang bisa mewakili UU Ketahanan Keluarga ini,” kata Nurul dalam Rapat Panja Baleg DPR, Senin (16/11).

Ada UU eksisting yang mewakili subtansi yang ada di RUU Ketahanan Keluarga. Nurul menjelaskan, peran keluarga sebenarnya sudah diatur dalam UU Perkawinan. Untuk itu, lebih baik menguatkan atau merevisi UU Perkawinan, ketimbang membuat UU baru yang subtansinya terlalu luas dan akan mengurusi segala hal.

Apalagi, kata politisi Partai Golkar ini, hal tersebut sudah menjadi rencana dari dahulu, namun sampai saat ini belum terealisasi. Nurul juga mendorong agar memperkuat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Kita ini masyarakat heterogen ya yang tidak mungkin dapat diseragamkan, karena saya melihat RUU ini terlalu rigid dan banyak mengurus hal-hal yang tidak perlu diurus sedetail itu dan menyertakan masyarakat,” ucapnya.

Dikatakan politisi asal Jawa Barat ini, RUU Ketahanan Keluarga juga berpotensi membuat orang lain ikut campur terhadap urusan orang. “Ini justru menjadikan masyarakat ini menjadi sumir ikut campur urusan orang lain dan sebagainya,” akuinya. (rht)

Comments

comments