Bantu APBN, Menkeu Minta 234 Aset Negara Dioptimalkan

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) didampingi Wamenkeu Suahasil Nazara (kanan) mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2020). /Foto: Antara.

Acuantoday.com, Jakarta―Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk terus mengoptimalkan berbagai aset negara dalam rangka membantu APBN menghadapi dampak COVID-19.

Pengoptimalan fungsi aset negara oleh LMAN akan berimplikasi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang otomatis mendukung APBN sebagai instrumen countercyclical terhadap krisis pandemi.

Menurut Sri Mulyani, dalam keterangannya, Selasa (24/11), jika aset negara lebih produktif dan menambah penerimaan pada APBN maka akan berimplikasi pada bergeraknya perekonomian dan pemberian bantuan kepada masyarakat juga lebih banyak.

“Dari produktivitas aset bisa diperoleh penerimaan negara bukan pajak dan ini akan memberikan bantuan yang luar biasa bagi keuangan negara,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani menyatakan hingga saat ini LMAN mengelola 234 aset milik negara dengan nilai total mencapai sekitar Rp38,49 triliun sehingga harus terus dioptimalkan pemanfaatannya.

Menkeu mengingatkan, dalam mengatasi dampak pandemi APBN bekerja sangat keras meski terkena tekanan.

Tekanan terhadap APBN dapat dilihat dari realisasi defisit yang hingga Oktober 2020 telah mencapai Rp764,9 triliun atau 4,67 persen dari target dalam Perpres 72/2020 Rp1.039 triliun atau 6,34 persen dari PDB.

Defisit 4,67 persen disebabkan oleh realisasi penerimaan negara yang hanya sebesar Rp1.276,9 triliun dan lebih rendah dibandingkan realisasi belanja yang telah mencapai Rp2.041,8 triliun. (adi)

Comments

comments