Banyak Cakada Alergi Kampanye Daring

Ilustrasi Pilkada serentak 2020/Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Calon kepala daerah (cakada) masih banyak yang alergi alias enggan melakukan kampanye secara tatap muka dibandingkan dengan kampanye online atau daring.

Hal itu bisa dilihat dari jumlah kegiatan kampanye online pada 10 hari ketiga kampanye menurun, dibandingkan pada 10 hari kedua.

“Bawaslu mendorong semua pemangku kepentingan kampanye memberi perhatian lebih pada penegakan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19,” kata Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin kepada wartawan, Selasa (27/10).

Menurut Afifuddin, seruan kampanye online dari penyelenggara Pemilu tidak berjalan baik, padahal metode kampanye online ini diharapkan untuk menekan penyebaran Covid-19. Berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu di 270 daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak 2020, dihari 10 ketiga tahapan kampanye, metode online mengalami penurunan dibandingkan 10 hari sebelumnya.

“Hal itu mengingat bahwa upaya mendorong peningkatan kampanye daring baik melalui media daring maupun media sosial, ternyata tidak membuahkan hasil maksimal,” ucapnya.

Dari data Bawaslu, periode 16 hingga 25 Oktober 2020, ada sebanyak 80 kegiatan kampanye metode online, turun dibandingkan pada periode 6 hingga 15 Oktober yaitu sebanyak 98 kegiatan.

Penurunan jumlah itu, kata Afifuddin, menggambarkan metode ini bukan kegiatan utama yang diprioritaskan oleh tim kampanye, dan pasangan atau calon sebagai bentuk aktvitas untuk berkomunikasi dengan pemilih.

“Analisis Bawaslu, kurangnya minat atas kampanye dengan metode baru ini, diduga karena ketidaksiapan tim kampanye atau pasangan calon dengan perangkat kampanye daring,” akuinya.

Dijelaskan Afifuddin, metode ini dianggap tidak dapat menjadi ruang dialog yang komunikatif, sehingga dinilai tidak efektif dalam menyampaikan visi, misi, program dan pesan untuk memengaruhi preferensi pemilih. “Hal-hal tersebut membuat kampanye dengan metode daring menjadi metode yang paling kurang diminati dibandingkan bentuk kampanye lainnya,” jelasnya.

Berdasarkan catatan Bawaslu, pada 10 hari ketiga kampanye, pertemuan terbatas atau tatap muka diselenggarakan sebanyak 13.646 kegiatan. Meski jumlahnya menurun dibandingkan pada 10 hari kedua kampanye yaitu sebanyak 16.468 kegiatan. (rht)

Comments

comments