Banyak Investor Tak Jujur Gunakan Izin Usaha

Kepala Bidang Pengendalian Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Yogyakarta, Nitya Raharjanta. (Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mengungkap banyaknya pengusaha yang tidak jujur dalam menggunakan izin usaha.

Masalah yang ditemukan yaitu investor yang mendirikan hotel dan restoran di Kota Yogyakarta, izin yang seharusnya digolongkan dalam Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) namun para pelaku usaha justru mendaftarkan tempat bisnisnya melalui Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) yang seharusnya itu dilakukan oleh pemilik usaha berskala mikro dan kecil.

Artinya terdapat ketidak jujuran dalam pengisian data pengajuan izin usaha yang dikirim oleh para pemilik usaha.

“Mestinya kan izinnya pakai TDUP karena skalanya besar, tapi mereka justru pakainya IUMK,” tandas Kepala Bidang Pengendalian Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Yogyakarta, Nitya Raharjanta, Rabu (17/2/2021).

Ia mengemukakan, munculnya Online Single Submission (OSS) membuat pelaku usaha yang ingin membuka bisnis seolah dimanjakan. Namun masih banyak ditemui pelaku usaha yang tak ingin repot dalam mengurus izin usaha kepada Pemkot Yogyakarta.

Diakui sebagai kota yang sering menjadi jujukan wisatawan, izin tempat usaha pariwisata di Yogyakarta tumbuh subur setiap tahun. Sepanjang tahun 2020, DPMPTSP Yogyakarta mencatat ada 133 tempat usaha hotel dan restoran yang dalam izinnya tercantum menggunakan IUMK namun jenis usahanya berskala besar.

Upaya pemanggilan terhadap pemilik usaha pun sudah dilakukan oleh pihak DPMPTS supaya pemilik usaha mengganti izin tersebut. “Tapi yang baru memenuhi panggilan dan bersedia hadir hanya tiga saja. Lainnya masih belum,” tambahnya.

Nitya menjelaskan, alasan pemilik usaha berskala besar namun menggunakan IUMK lantaran izin lewat IUMK prosesnya cepat dan ringkas.

“Pengakuan mereka IUMK lebih cepat dan ringkas. Sekali submit izinnya sudah keluar. Kalau TDUP kan prosesnya lama, berkasnya banyak,” jelasnya.

Adanya fenomena tersebut menurutnya tidak berpengaruh besar terhadap pendapatan pajak tempat usaha di Kota Yogyakarta. Hanya saja ia menyayangkan sikap ketidakjujuran para pelaku usaha yang ingin berkegiatan usaha saat ini.

“Tidak begitu besar pengaruhnya, karena itu kan hanya izin saja. Kalau menyangkut pajak ada sendiri aturannya,” ujarnya. (Chaidir)

Comments

comments