Banyak Positif Covid, Ketua DPD Saran Ada Ruang Isolasi di Pengungsian Sulbar

Suasana prajurit TNI AL Pangkalan VI ( Yonmarhanlan VI) Makassar yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) bencana alam TNI AL Sulawesi Barat (Sulbar) kerja bakti membuka akses jalan menuju Posko Gereja Toraja Mamasa (GTM), Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (21/1).Foto:Antara/ Dispen Lantamal VI

Acuantoday.com, Jakarta―Kasus positif di lokasi bencana Sulawesi Barat (Sulbar) terus meningkat pasca bencana gempa bumi beberapa waktu lalu. 

Berdasarkan data yang dilansir Emergency Medical Team Ikatan Dokter Indonesia angka positif Covid-19 usai bencana melonjak sekitar 70 persen. 

“Kasus Covid-19 yang melonjak sekitar 70 persen itu termasuk pengungsi dan relawan. Untuk mencegah kasus Covid-19 di pengungsian, harus segera dibuatkan ruang isolasi bagi penderita Covid-19 dengan cepat,”  kata Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti lewat keterangan persnya, Selasa (9/2).

Perlu diketahui, rumah sakit khusus penanganan Covid-19 rusak akibat gempa yang melanda. Rusaknya fasilitas kesehatan tersebut menjadi salah satu sebab tingginya angka positif Covid-19 di Sulawesi Barat usai bencana.

“Para relawan harus lebih cepat ditangani karena bisa jadi merupakan OTG (Orang Tanpa Gejala), sehingga sangat berpotensi menularkan kepada para pengungsi,” ucapnya.

Mantan Ketua PSSI ini menuturkan, tak mudah menanggulangi bencana di wilayah pengungsian. Namun, tetap harus menjadi prioritas penyelamatan karena efeknya berdampak luas. 

“Penanganan Covid-19 saat bencana memang tidak mudah. Tetapi tetap harus menjadi prioritas karena efeknya bisa meluas dan khawatir tidak dapat dikendalikan,” akuinya.

Emergency Medical Team Ikatan Dokter Indonesia mengingatkan pentingnya sarana isolasi di wilayah terdampak gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat.

Kasus COVID-19 di daerah-daerah tersebut meningkat sehingga mengakibatkan angka terkonfirmasi positif Sulbar naik 70 persen dalam 23 hari. (rht)

Comments

comments