Bareskrim Akui Terima Laporan Cuitan Novel Baswedan

Penyidik senior KPK Novel Baswedan/Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Buntut cuitan tentang meninggalnya Soni Eranata atau Ustadz Maaher At-Thuwailibi di tahanan, Penyidik Senior KPK Novel Baswedan dilaporkan oleh Wakil Ketua Umum (DPP) Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK), Joko Priyoski ke Bareskrim Mabes Polri.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengakui, sudah menerima laporan kasus dugaan penyebaran hoaks dengan pihak terlapor Novel Baswedan.

“Iya, laporan tersebut telah diterima oleh Ka SPKT Bareskrim,” kata Brigjen Rusdi Hartono di Jakarta, Jumat (12/2).

Brigjen Rusdi Hartono menjelaskan, pihaknya bakal mendalami terlebih dulu muatan cuitan tersebut dan mempelajari kasus untuk menentukan proses hukum selanjutnya.

“Penyidik pelajari dulu kasusnya, dan perkembangan nanti disampaikan ya,” ujarnya.

Sebelumn, melalui akun Twitter @nazaqistsha, Novel Baswedan menulis, ‘Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Ustadz Maaher meninggal di rutan Polri. Padahal kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Orang sakit, kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jangan keterlaluanlah.. Apalagi dengan Ustaz. Ini bukan sepele loh…,’

Cuitan tersebut dipermasalahkan oleh  Wakil Ketua Umum (DPP) Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Mitra Kamtibnas (PPMK), Joko Priyoski karena dianggap memuat berita hoaks, sebab menurut Joko, keluarga sudah mengakui bahwa Ustad Maheer memang menderita sakit sebelum jadi tersangka dan ditahan kasus ujaran kebencian. (mmu)

Comments

comments