Bareskrim Ambilalih Kasus Kerumunan Massa Acara Rizieq Shihab

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (13/12/2020) dini hari. Rizieq Shihab ditahan penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk kepentingan penyidikan perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 terkait kerumunan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta pada 14 November lalu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras

Acuantoday.com, Jakarta – Bareskrim Polri bakal mengambil alih kasus pelanggaran protokol kesehatan acara pentolan FPI, Rizieq Shihab, yang terjadi di kawasan Jakarta dan Bogor. Sebelumnya, penyelidikan hingga penyidikan kasus sejak awal ditangani Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.

Karena tersebar di berbagai lokus yang berlokasi di dua provinsi, maka jadi alasan Bareskrim Polri mengambil alih kasus yang menyebabkan kerumunan massa itu. Baik acara pernikahan putri Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat hingga acara di Pondok Pesantren Agrokultural, Megamendung, Kabupaten Bogor.

“Iya karena kan kasus kerumunan itu ada terjadi di Jakarta dan di Jabar, maka disatukan di Bareskrim,” kata Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian saat dikonfirmasi, Jumat (18/12).

Kendati kasus bakal dilimpahkan, Andi bilang, penyidikan bakal melibatkan penyidik dari daerah kejadian kerumunan massa. Pelimpahan kasus juga, dikatakannya, tidak bakal berdampak pada pengusutan kasus. Tapi dia belum bisa menjamin, apakah status hukum yang menjerat Rizieq sebagai tersangka, bisa tetap sesuai keputusan sebelumnya.

“Itu yang sekarang masih dibicarakan di Polda Metro. Teknisnya, masih proses rapat, saya sendiri lagi rapat di Bareskrim. Nanti kamu update lagi,” katanya.

Bareskrim sebelumnya, juga ambil alih penyidikan kasus penyerangan Laksar FPI yang berujung penembakan mati 6 laskar saat insiden di ruas Tol Jakarta-Cikampek Km 50, awal Desember.

Ada dua alasan, pertama, peristiwa itu berada di wilayah Karawang Barat. Karenanya mesti diambil Bareskrim. Alasan lainnya, agar proses penyidikan berjalan objektif, profesional, dan transparan. (rwo)

Comments

comments