Bareskrim Tetapkan Delapan Tersangka Kebakaran Kejagung

Bareskrim Polri ungkap 8 tersangka kebakaran Kejagung. Karena faktor kelalaian, mereka dijadikan tersangka. /Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Bareskrim Polri menetapkan delapan orang sebagai tersangka atas insiden kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung).

Menurut Polisi, kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus lalu itu, terjadi karena kelalaian kedelapan orang tersebut.

Direktur Tindak Pidana Umum pada Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo, dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jumat (23/10) menyebut, salah satu pejabat Kejagung, berinisal NH, selaku Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ditetapkan jadi tersangka.

NH diduga telah melakukan pengadaan barang-barang berupa pembersih lantai merek Top Cleaner yang gampang tersulut api, karena mengandung solar dan tiner.

“Atas dasar itu, kita tetapkan Direktur PPK Kejagung sebagai tersangka karena kelalaiannya itu,” ungkap Sambo

Selain itu, pembersih lantai merek Top Cleaner, kata Sambo, juga tidak mempunyai izin edar resmi dari Pemerintah, karena dinilai berbahaya untuk digunakan membersihkan lantai.

Polisi kemudian juga menetapkan Direktur Utama PT Top Cleaner berinisial R, yang mengedarkan produk pembersih lantai tanpa izin, sebagai tersangka.

Sedangkan, lima tersangka merupakan pekerja yang tengah merenovasi lantai 6, tempat di mana asal api berkobar. Mereka berinisial T, H, S, K dan IS.

Sementara, mandor pekerja berinisial UAN, saat kejadian tidak ada di tempat, ikut ditetapkan sebagai tersangka.

Sambo mengatakan, pemicu kebakaran karena nyala api terbuka (open flame) yang tersulut karena puntung rokok dari para tukang. Padahal, sesuai aturan yang berlaku, pekerja dalam melakukan pengerjaan renovasi dilarang merokok.

Atas perbuatannya, Sambo menegaskan, semua tersangka terjerat hukum karena faktor kelalaiannya, dan bukan ditengarai kesengajaan. Kedelapan tersangka dikenakan Pasal 188 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (rwo)

Comments

comments