Baru Selesaikan 3 Kasus HAM Berat, Komnas HAM Sesalkan Kejagung Lamban

Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). (Foto : ANtara)

Acuantoday.com, Jakarta―Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Beka Ulung Hapsara menyayangkan lambatnya kinerja Kejaksaan Agung RI dalam menuntaskan 15 kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di Indonesia.

Padahal, ucap Beka, Komnas HAM sudah merampungkan 15 berkas dan diserahkan ke Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti sampai ke pengadilan.

“Sampai saat ini kita sudah menyelesaikan 15 laporan hasil penyelidikan pelanggaran HAM yang berat. Baru 3 yang sudah ada pengadilannya,” kata Beka di Jakarta, Senin (1/3).

Ketiga kasus pelanggaran HAM berat tersebut, jelas Beka, yakni Peristiwa Timor-Timur pasca Jajak Pendapat (1999), Peristiwa Tanjung Priok (1984) serta Peristiwa Abepura, Papua (2000).

Beka menuturkan, Kejaksaan Agung RI lambat bekerja karena alasan terkendalanya proses pembuktian mengingat peristiwa kasusnya sudah terjadi puluhan tahun silam.

Kalau mempunyai kemauan kebijakan, beber Beka, kendala semacam itu sebenarnya hanya urusan teknis dan bisa diselesaikan dengan berbagai metode, sehingga kasus pelanggaran HAM berat yang jadi noda sejarah hitam bangsa Indonesia bisa diselesaikan.

Masalahnya, kata dia, selalu soal paradigma dalam teknis hukum pembuktiaan. Komnas HAM selaku penyelidik kesulitan melengkapi alat bukti yang diminta oleh Jaksa Agung sebagai penyidik karena tidak memiliki kewenangan memaksa.

“Karena kemudian Jaksa Agung menilai bukti tidak lengkap maka kemudian enggan menaikan ke tahap penyidikan,” pungkasnya. (mmu)

Comments

comments