Beda Pneumonia Biasa dan Covid-19

Seorang pria berlari melewati ratusan makam yang digali oleh aktivis LSM Rio de Paz di pantai Copacabana, yang menyimbolkan warga yang meninggal dunia akibat penyakit virus corona (COVID-19), di Rio de Janeiro, Brazil, Kamis (11/6/2020).Foto: (Reuters/Pilar Olivares

Acuantoday.com, Jakarta-Masyarakat sebaiknya mewaspadai  pneumonia, karena ada ciri-ciri yang sama  dengan peradangan paru-paru karena COVID-19.

“Tidak semua pneumonia adalah COVID-19. Pneumonia adalah peradangan paru yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur,” kata Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Telly Kamelia dalam dalam siaran pers terkait Dies Natalis ke-71 FKUI yang diterima di Jakarta, Senin (16/11).

Sedangkan pneumonia pada COVID-19 , kata Dr Telly Kamelia, SpPD KP, FINASIM, FCCP, FACP disebabkan SARS-CoV-2.

Perbedaan pneumonia umum dengan COVID-19 secara cepat, kata dia, akan membuat keputusan penanganan peradangan paru-paru oleh tenaga medis akan lebih tepat dan cepat.

Telly mengatakan prinsip pengobatan pneumonia adalah berdasarkan penyebab. 

Pneumonia pada COVID-19 diterapi dengan antivirus sebagai pengobatan kausal ditambah pengobatan tambahan lainnya, seperti klorokuin yang mudah ditemukan di Indonesia.

“Tetapi tetap yang terpenting adalah bagaimana mencegah agar tidak terkena pneumonia. Karena pada dasarnya, mencegah lebih baik dari mengobati,” kata dia.

Sebelumnya, dokter spesialis paru dan pernapasan RS Pondok Indah-Bintaro Jaya, Feni Fitriani mengatakan, dari sisi gejala, pneumonia COVID-19 sama seperti radang paru-paru biasa.

Yaitu dengan ada demam, infeksi saluran pernapasan dengan gejala batuk kering, pilek, sesak napas dan lesu. 

Selain itu, napas penderita bisa tampak sangat cepat dari biasanya.

Peradangan paru-paru COVID-19, kata dia, bisa berlangsung selama 14 hari atau kurang dari itu. (ahm)

Comments

comments