Begini Saran Epidemiolog Agar Aman Berlibur di Masa Pandemi

Ilustrasi-Wisatawan sedang menikmati sunset di Candi Ratu Boko, Yogyakarta./Foto : Acuantoday.com (Ahmadi Supriyanto)

Acuantoday.com, Jakarta―Masyarakat harus bersikap hati-hati jika memutuskan untuk menghabiskan waktu libur cuti bersama yang berlaku mulai Rabu (28/10) besok hingga Minggu (1/11), di luar rumah.

Epidemiologi Universitas Indonesia Tri Yunis Miko, Selasa (27/10), mengingatkan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah pemilihan tembat destinasi.

Menurut Tri, warga harus memilih wilayah dengan tingkat penularan koronavirusnya sudah nihil atau dinyatakan sebagai zona hijau.

“Mau cari tempat wisata apa pun, kalau kita ke zona merah, itu kita punya risiko yang tinggi untuk tertular COVID-19,” kata Tri kepada Acuantoday.com, Selasa (27/10).

Mengetahui kondisi tempat wisata, kata Tri, juga penting untuk memastikan apakah ada celah penularan virus.

Sebab, sambung dia, wilayah berstatus zona hijau bisa saja menjadi merah lagi, kalau ada orang luar yang masuk sebagai ‘carrier’ virus atau orang tanpa gejala (OTG).

“Pastikan lokasi hiburan yang dituju berada di tempat terbuka seperti pantai atau wisata pegunungan (outdoor),” katanya.

Ia juga menyarankan untuk menghindari lokasi wisata di ruang tertutup tanpa cahaya matahari atau sirkulasi udara yang buruk.

“Pilih daerah wisata yang tak terlalu padat karena menghindari potensi penyebaran virus corona,” imbuhnya.

Seandainya pun masih tetap ke tempat wisata yang terkenal padat pengunjung, Tri mewanti-wanti, agar setiap orang yang berlibur membekali dirinya dengan masker jenis N95.

“Celah virus masuk kan dari droplet. Kalau menggunakan berbahan kain hanya melindungi 70 persen, sedangkan masker bedah 80-90 persen,” tuturnya.

Ia menegaskan, protokol kesehatan 3M dengan menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan, wajib dipatuhi setiap orang yang akan berlibur.

Hal ini, tegas dia, semata-mata untuk mengurangi risiko penularan COVID-19, terlebih jika ada yang masih nekat untuk berlibur ke kawasan nonzona hijau.

“Jangan sampai ada lonjakan kasus dan jangan sampai ada klaster liburan. Mari patuhi prokes dan tetap berlibur secukupnya di kawasan zona hijau,” pungkasnya. (rwo)

Comments

comments