Belajar Investasi untuk Milenial, Ini Tipsnya

Ilustrasi investasi--sumber foto outlookindia.com

Acuantoday.com— Meski masih muda, namun sudah saatnya kalangan milenial mulai melakukan perencanaan terhadap keuangannya. Mungkin terdengar sepele karena merasa usia masih muda, juga ada orangtua yang bisa memberi uang saku.

Namun tahukah kamu kalau kebiasaan buruk dalam mengelola keuangan di saat muda juga berdampak dan terbawa saat usia tua. Karenanya, adalah baik mulai mendidik diri sendiri dengan belajar mengelola keuangan sejak dini. Manfaatnya pasti akan dirasakan dikemudian hari.

Prita Hapsari Ghozie, Perencana Keuangan, dalam alam bincang virtual “Tokopedia: Jurus investasi milenial hadapi pandemic’, menyarankan kalangan milenial, utamanya berusia 20 tahunan, mulai belajar investasi untuk asset di masa depan. Tidak ada ruginya, justru sebaliknya ada banyak keuntungan didapat di masa datang.

“Investasi itu enggak pernah ada ruginya. Kalau enggak dipakai sekarang atau mungkin dipakai untuk hal lain. Misalnya tadi cita-cita mau apa, tapi akhirnya beralih untuk hal lain. Jadi aset yang terkumpul di masa depan,” kata Prita, seperti dikutip dari Antara.

Prita Hapsari menerangkan untuk memulai investasi bisa dilakukan dengan membagi tiga pos pengeluaran rutin, yang ia sebut sebagai Living, Playing, dan Saving. “Living itu kita pakai untuk berbagai hal yang sifatnya biaya hidup. Bayar listrik, makan, pakaian itu di pos living. Itu lima puluh persen dari income,” ujarnya.

Sementara untuk Playing merupakan pengeluaran rutin yang digunakan untuk kebutuhan seperti berbelanja yang besarnya hanya 20 persen dari total pemasukan bulanan. “Saving itu 30 persen dari income kita. Biasakan untuk investasi maka kebiasaan ini akan berlanjut terus ketika sudah berkeluarga, punya anak, tambah penghasilan,” terangnya.

Dalam memilih produk investasi, menurut Prita Hapsari, bisa dilakukan dengan beragam pilihan seperti melalui reksadana pasar uang dan emas. Namun, dia juga mengingatkan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sebelum memilih produk investasi yang akan digunakan.***cit

Comments

comments