Belum Ada Putusan Inkrah, Kejagung Tak Berani Eksekusi Aset Jiwasraya

Logo Jiwasraya terpampang pada sebuah gedung di Jakarta./Foto: Acuantoday.com (Ahmadi Supriyanto)

Acuantoday.com, Jakarta―Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Ali Mukartono mengakui, pihaknya belum berani mengeksekusi rampasan aset kasus Jiwasraya selama belum ada putusan pengadilan yang bersifat Inkrah atau final.

”Eksekusi belum bisa dilakukan karena belum inkrah. Kalau Hary Prasetyo kasasi bagaimana? Kita tunggulah, kalau dia kasasi atau kita yang kasasi berarti belum inkrah,” kata Ali Mukartono di Jakarta, Kamis (4/3).

Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menjelaskan, dalam menjalankan tugasnya sebagai Jaksa Penuntut, pihaknya tak hanya menindak pelaku untuk disidangkan, tapi juga menyusun berapa ganti rugi dan denda yang bakal dikenakan pada terdakwa.

”Untuk upaya hukum itu bukan hanya masalah penindakan saja. Jadi, kita akan periksa secara keseluruhan termasuk barang bukti, termasuk pidana yang lain, misalnya denda, uang pengganti, itu kita cek semua,” ujarnya.

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi itu mencontohkan, misalnya dalam kasus terdakwa Hendrisman Rahim dan Syahwirman divonis sesuai tuntutan, tetapi Kejaksaan belum mengetahui apakah bandingnya menjadi hukuman denda atau tidak.

Karena, jelas mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah itu, di dalam tindak pidana korupsi ada pidana badan dengan denda. Jadi, orangnya dihukum sekaligus didenda.

”Nah itu dicek dulu karena kalau sudah sesuai berarti kita tidak perlu kasasi, kita hanya membuat kontra memori kasasi, tapi kalau itu yang tidak ada dalam laporannya, ya kita tetap kasasi, pemenuhan yang dimaksud undang-undang,”pungkasnya. (mmu)

Comments

comments