Belum Bisa Injak “Rem”, Kasus Positif di DKI Jakarta Masih Tertinggi

Dokumentasi - Seorang tenaga kesehatan (nakes) sedang melakukan rapid test terhadap seorang anak laki-laki untuk memastikan terbebas dari virus corona atau COVID-19.(Foto : Rahmat/Acuantoday)

Acuantoday.com, Jakarta- Laju penambahan kasus positif penyebaran COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta masih tinggi seolah belum mampu menginjak rem untuk menghambat penularan virus corona.

Indikasi itu bisa dilihat dari kasus harian kasus positif di DKI Jakarta yang selalu di atas 1.000 kasus positif penambahannya selama beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data harian Kementerian Kesehatan hari ini, Rabu (2/12), penambahan kasus positif COVID-19 di DKI sebanyak 1.166 kasus sehingga total kasus positif di DKI sebanyak 139.085 kasus.

Penambahan itu juga ikut mendorong tingginya kasus positif COVID-19 di tanah air. Tercatat, hari ini penambahan kasus positif secara nasional sebanyak 5.533 kasus positif, sehingga akumulasi kasus positif mencapai 549.508 kasus positif di seluruh Indonesia. Bahkan, pada Minggu 29 November 2020 kasus positif terkonfirmasi COVID-19 naik hingga mencapai 6.267 kasus.

Apabila dipersentase penambahan kasus positif di DKI menyumbang 25.4% dari kasus positif di tanah air. Dengan persentase sebesar itu, DKI Jakarta masih menjadi penyumbang tertinggi penularan COVID-19 di Indonesia.

Penyumbang kasus penularan kedua diberikan Provinsi Jawa Timur sebesar 11.5% dengan sebanyak jumlah kasus mencapai 62,313 kasus, ketiga Jawa Tengah sebesar 10,4% dengan jumlah kasus mencapai 56,626 kasus, keempat Jawa Barat sebesar 9.8% dengan jumlah mencapai 53,395 kasus positif corona, dan terbesar kelima Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 3.8% dengan jumlah kasus sebanyak 20,804 kasus positif terkonfirmasi COVID-19.

Sementara itu, penambahan kasus positif diikuti jumlah pasien sembuh yang hari ini secara nasional penambahannya tercatat sebanyak 4.001 pasien sembuh
sehingga total pasien sembuh sudah mencapai 458.880
atau telah mencapai 83.5% dari terkonfirmasi dari kasus terkonfirmasi COVID-19.

Di sisi lain, kabar duka masih menyelimuti penanganan kasus COVID-19 karena masih adanya pasien meninggal dunia karena virus corona. Hari ini tercatat kasus kematian karena COVID-19 sebanyak 118 kasus kematian sehingga totalnya mencapai 17.199 kasus kematian karena CIVUD-19.

Seluruh 34 provinsi saat ini tercatat sudah terdampak dan ada 505 kabupaten kota yang terdampak dari total 514 kabupaten/kota.(har)

 

 

Comments

comments